Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut keterangan orang tua korban, Kasmuin, kondisi anaknya kembali memburuk, setelah dirawat selama kurang lebih 10 hari ini. Anak semata wayangnya itu, mengalami luka dibagian paha dan jari tangannya. Pada bagian paha, luka yang parah membuat kondisinya belum bisa stabil hingga saat ini.

“Paha yang terluka, sebelumnya sudah dilakukan operasi. Bahkan juga sudah dilakukan transfusi darah pada awal perawatan lalu. Kodisinya sempat membaik, namun kembali memburuk. Kami belum bisa berkomunikasi lagi karena kondisinya,” ujar Kasmuin, Rabu (6/1/2021).

Baca: Warga Kudus Korban Pembacokan di Bendanpete Jepara Meninggal Dunia

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Djohan Andika menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus mencoba mengejar pelaku dalam kejadian ini. Pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku, setelah mendengar berbagai keterangan yang ada dari beberapa saksi dalam kejadian ini. Sampai saat ini pelaku masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Jepara.

“Masih kami tangani kasusnya. Kami belum bisa menyampaikan progresnya. Sebab kami masih mengejar pelakunya. Nanti kalau sudah ketemu, akan kami sampaikan,” ujar AKP Djohan Andika, terpisah.

Dari berbagai informasi menyebutkan, pembacokan terhadap Nur Hasan, terjadi di Desa Bendanpete, Mayong.  Korban sendiri sebenarnya juga berasal dari desa Bendan Pete. Saat kejadian, korban tengah ikut nongkrong di Pos Ronda di Pasar Gandu, desa setempat.
Dari berbagai informasi menyebutkan, pembacokan terhadap Nur Hasan, terjadi di Desa Bendanpete, Mayong.  Korban sendiri sebenarnya juga berasal dari desa Bendan Pete. Saat kejadian, korban tengah ikut nongkrong di Pos Ronda di Pasar Gandu, desa setempat.Pada saat asyik ngobrol, tiba-tiba pelaku yang diketahui berinisial E (25) datang dengan kendaraan sepeda motor, dan mengajak korban pergi. Pelaku E merupakan orang yang sudah dikenal oleh korban. Atas ajakan pelaku, korban menolak, hingga terjadi perang mulut.Di tengah perang mulut itu, pelaku E kemudian mengeluarkan celurit dan langsung membacok bagian paha korban. Dalam posisi terluka, korban melarikan diri, namun masih dikejar oleh pelaku. Akhirnya korban berhasil bersembunyi di halaman salah satu warga, hingga akhirnya E meninggalkan lokasi bersama temannya.Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Mayong, dan petugas yang datang kemudian membawa korban ke RS PKU Muhamadiyah Mayong. Karena kondisinya kritis, selanjutnya dibawa ke RS Mardi Rahayu, Kudus. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler