Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hujan deras diketahui terjadi mulai sekitar pukul 03.30 WIB sampai pukul 06.00 WIB, hingga menimbulkan sejumlah luapan air di sejumlah sungai di kawasan ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Kusmiyanto menyatakan, banjir di Mantingan dan Tegalsambi terjadi pada sekitar pukul 05.00 WIB, Senin (11/1/2021). Banjir menggenangi sejumlah wilayah di dua desa ini, hingga sekitar pukul 07.00 WIB, sebelum akhirnya surut kembali.

Di Desa Mantingan kejadian banjir terjadi di wilayah RT 3 RW 1, dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 cm. Sedangkan di wilayah RT 2 RW 1, ketinggian banjir mencapai sekitar 80 cm. Sementara di Desa Tegalsambi, banjir terjadi dalam cakupan yang lebih luas. Bencana ini terjadi di wilayah RT 9, 10, 11 di RW 02, dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 60 cm.

“Sampai sekitar jam 09.00 WIB, di Desa Mantingan banjir telah surut dan warga mulai melakukan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan. Sedangkan di Tegalsambi, masih ada genangan yang muncul, karena debit air banjir lebih besar terjadi,” ujar Kusmiyanto, Senin (11/1/2021).

Dari laporan yang masuk, di Tegalsambi sedikitnya ada 159 rumah masih tergenang air, hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Upaya penanganan masih terus dilakukan oleh warga dan sejumlah pihak terkait.

Menurut Setyanto, salah satu relawan yang sempat mendatangi lokasi banjir di Tegal Sambi, banjir tersebut disebabkan karena meluapnya Kali Tegalsambi.Banyaknya sampah yang tersangkut di kolong jembatan membuat air yang datang dari hulu ditambah dari saluran-saluran air warga meluap. Debit air yang sudah memenuhi kali, membuat air tidak bisa tertampung sehingga akhirnya menimbulkan genangan banjir di rumah warga.“Jalan Jepara-Kedung di sekitar Kali Tegal Sambi bahkan sudah seperti sungai. Bahkan warga ada yang menggunakan perahu untuk melakukan upaya-upaya penanganan, dan bisa melintasi jalan yang tergenang,” ujar Setyanto. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler