Sindir Kebijakan DPRD Jepara, Belasan Warga Gelar Aksi di TPA Gemulung
Budi Santoso
Selasa, 12 Januari 2021 15:25:09
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
TPA Gemulung sendiri sejak April 2020 sebenarnya sudah ditutup Pemkab Jepara. Namun DPRD Jepara secara mengejutkan membuka kembali TPA itu.
Pada aksi tersebut, sejumlah warga membentangkan spanduk bertuliskan “SELAMAT DATANG DI KAMPUNG WISATA SAMPAH DI JEPARA KOTA ADIPURA” dengan tambahan tulisan dibawahnya “Sudah Direhabilitasi, dikelola dengan baik dan Sangat Representatif”. Spanduk tersebut dipasang di sebelah kantor pengelola TPA Gemulung.
Selain itu, sebuah spanduk lain bertuliskan “WISATA BARU DI JEPARA SANGAT INDAH, SEJUK, ASRI DAN NYAMAN” dengan tambahan tulisan kecil dibawahnya “Dilengkapi Dengan Kebun Binatang Lalat, Serangga, Ulat, SidatSangat Baik Untuk Masyarakat, Gratis," juga dipasang. Spanduk yang berukuran lebih besar ini dipasang melintang di atas jalan masuk TPA Gemulung.
Arifin, salah seorang warga Gemulung, menyatakan aksi ini merupakan respon masyarakat Gemulung atas dibukanya kembali TPA ini. Apalagi, tidak ada langkah konkret pemerintah untuk memaksimalkan TPA.
“Setelah dinyatakan dibuka, apakah TPA ini hanya sekedar tempat menumpuk sampah saja? Apakah tidak perlu ada petugas yang mengelolanya? Apa tidak ada kegiatan rehabilitasinya? Apakah dibiarkan jadi sumber penyakit seperti sekarang? Inilah yang kami tanyakan dalam hal ini,” ujar Arifin, Selasa (12/1/2021).
Ia menjelaskan, warga Gemulung juga tidak mau terlibat dalam masalah perbedaan pendapat yang muncul dari Eksekutif dan Legeslatif Jepara. Namun, mereka khawatir kalau hanya sekedar dibuka kemudian digunakan untuk membuang sampah, tanpa ada pengelolaan yang jelas akan menimbulkan dampak bagi warga Gemulung.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



