Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tumali (40), nelayan asal Pailus Jepara menemukan dua orang nelayan ini saat akan menebar jaring. Mengetahui ada dua orang yang hanyut, akhirnya Tumali langsung memberikan pertolongan dan membawannya ke Pailus untuk perawatan lebih lanjut.

Belakangan dua orang tersebut diketahui bernama Sairi (59), warga Desa Batang RT 1 RW 3, Kecamatan Klidang Lor,  Kabupaten Batang dan Kadarso ( 35), warga  Desa Batang RT 1 RW 3, Kecamatan Klidang Lor, Kabupaten Batang. Mereka kemudian langsung dibawa ke RSUD Kartini Jepara.

Kadarso yang sudah bisa memberikan keterangan, menyatakan dirinya bersama Sairi adalah nelayan asal Batang. Sairi sendiri adalah kapten kapal Cangkrang, yang ditumpangi mereka.

Sebelumnya pada Kamis (7/1/2021) tengah malam, bersama 13 orang lainnya berangkat melaut. Namun pada saat tengah berada di perairan Batang, kapalnya tertabrak kapal besar dan terbalik. Seluruh ABK pada peristiwa itu tercerai berai di lautan lepas.

Dengan menggunakan styrofoam, dirinya bersama  Kadarso masih bisa bertahan hidup, meski terombang-ambing selama hampir enam hari. Sedangkan nasib ABK lainnya, yang berjumlah 12 orang, dirinya masih belum bisa memastikan bagaimana nasibnya.

Sejak kejadian itu, semua ABK akhirnya tidak bisa terus berkumpul di tengah arus laut dan ombak besar yang terjadi.

“Setelah hampir enam hari berusaha bertahan di tengah laut, akhirnya baru hari ini ada nelayan yang melihat kami berdua. Akhirnya kami diselamatkan dan sampai di rumah sakit. Kami juga belum tahu nasib 12 orang teman kami yang lain,” ujar Sairi, memberikan keterangannya, Rabu (13/1/2021).Meskipun selamat, kondisi kesehatan mereka masih terus dipantau di RSUD Kartini Jepara. Sairi masih kesulitan berbicara, karena mengalami gejala hipotermia karena kedinginan.Sedangkan Kadarso yang lebih muda, terlihat lebih baik kondisinya, meski tetap saja kepayahan. Enam hari berada di tengah lautan, tentu saja membuat mereka menghadapi cobaan hidup sangat berat.Kabar mengenai ditemukannya dua nelayan asal Batang ini, juga langsung di komunikasikan ke Pemkab Batang. Selanjutnya pihak keluarga akan segera datang ke Jepara untuk menjemput dua nelayan asal Batang ini. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler