Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Berhari-hari terkepung banjir, warga masyarakat Desa Dorang mulai mendapatkan cara untuk tetap bisa melakukan mobilitas. Meskipun terkepung banjir, mereka tetap berusaha menyikapinya dengan segala daya.

Sehingga kegiatan-kegiatan penting yang harus mereka lakukan masih bisa dilaksanakan, meski harus berhadapan dengan genangan air cukup tinggi.

Kendati terkepung air dalam beberapa hari terakhir, sebagian warga Dorang memang masih bertahan di rumah masing-masing. Beberapa warga bahkan masih berusaha untuk tetap menjalani hari-harinya seperti biasa.

Warung-warung yang biasa menjual berbagai kebutuhan pokok, bahkan masih ada yang melayani kebutuhan warga. Dengan menggunakan rakit yang dibuat dari pohon pisang, warga menggunakannya untuk keperluan mobilisasi.

Pambudi, salah seorang warga menyebutkan, beberapa warga menggunakan rakit dari pohon pisang untuk beberapa keperluan. Di antaranya adalah untuk mengangkut harta benda yang perlu untuk diselamatkan.

Menurutnya, beberapa warga sudah mulai membawa kendaraan roda duanya keluar dari kepungan banjir. Mereka menitipkan hartanya ke saudara atau kenalan di luar wilayah yang terkena banjir. Caranya dimuat dengan menggunakan rakit gedebok pisang ini.

“Karena situasinya yang belum menunjukan tanda-tanda membaik, banyak warga yang sudah mengungsikan kendaraan roda dua mereka. Kalau sampai terendam kan malah eman-eman. Jadi sementara waktu sudah ada yang dititipkan di luar wilayah banjir,” ujar Pambudi, Rabu (3/2/2021).
“Karena situasinya yang belum menunjukan tanda-tanda membaik, banyak warga yang sudah mengungsikan kendaraan roda dua mereka. Kalau sampai terendam kan malah eman-eman. Jadi sementara waktu sudah ada yang dititipkan di luar wilayah banjir,” ujar Pambudi, Rabu (3/2/2021).Sementara itu, M Zainudin, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara menyatakan, beberapa mobil milik warga sudah ada yang terendam air. Mungkin karena mereka tidak sempat melakukanya, pada saat sebelum air meningkat ketinggiannya. Oleh pemiliknya, beberapa mobil yang terendam dibiarkan saja sementara waktu.“Ada beberapa mobil yang sempat terendam air. Memang warga tetap tidak mau diungsikan. Mereka memilih bertahan meski lingkungannya terkepung banjir. Sampai saat ini, hanya para ibu-ibu dan anak-anak, ada yang diungsikan ke wilayah di luar banjir,” ujar M Zainudin.Sampai Rabu (03/2/2021), genangan air masih terjadi di wilayah banjir Desa Dorang. Pada Selasa (2/2/2021) malam diketahui air sempat menyusut ketinggiannya. Sampai siang ini ketinggian air bahkan berkurang cukup drastis, sekitar 50 persen, dibandingkan hari sebelumnya.Meski begitu, warga masih belum bisa sepenuhnya bisa beraktifitas seperti biasa. Selain itu melihat cuaca yang masih menunjukan mendung tebal, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News