Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Tiga orang yang terdiri dari dua petani Desa Bondo, Bangsri dan satu nelayan asal Desa Demaan meninggal usai tersambar petir dengan waktu hampir bersamaan, Selasa (16/2/2021). Kejadian nahas tersebut terjadi saat hujan deras disertai petir yang mengguyur Jepara sekitar pukul 07.30 WIB.

Komandan Koramil (Danramil) Bangsri, Kapten Mukholik menjelaskan, untuk kejadian di Bangsri terjadi di kawasan pertanian dekat kawasan wisata Akar Seribu, Bondo. Dua orang warga, masing-masing Murtiani (47), warga RT 3 RW 7, Desa Jeruk Wangi, Bangsri dan Sutriyo (40), warga Desa Cepogo, Kembang, meninggal dunia.

Sambaran petir membuat mereka terkapar dan kehilangan nyawa, saat bekerja di lahan pertanian garapan mereka. Sedangkan satu orang warga lainnya, Kartini (55), yang juga warga Desa Jeruk Wangi, mengalami luka bakar. Hingga saat ini Kartini, masih mendapatkan perawatan  di Puskesmas Bangsri.

“Mereka yang tersambar petir merupakan petani penggarap di sekitar kawasan wisata Akar Seribu. Mereka tengah bekerja di areal pertanian setempat, meski hujan deras terjadi. Sambaran petir membuat mereka terkena dan mengalami luka bakar. Dua orang meninggal dunia, sementara satu orang masih dalam perawatan hingga saat ini,” ujar Kapten Mukholik, Selasa (16/2/2021).

Sementara itu, kejadian yang sama juga menimpa Zainurrohman (31), warga RT 02 RW 04 Kelurahan Demaan, Jepara, pada Selasa (16/2/2021).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyatakan, kejadian ini terjadi di perairan Pantai Pesajen Jepara, sekitar jam 07.00 WIB. Korban saat itu tengah dalam perjalan pulang setelah melaut, sebelum kemudian petir menyambar tubuhnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyatakan, kejadian ini terjadi di perairan Pantai Pesajen Jepara, sekitar jam 07.00 WIB. Korban saat itu tengah dalam perjalan pulang setelah melaut, sebelum kemudian petir menyambar tubuhnya.Dalam kejadian ini ada dua orang saksi, masing-masing  Sudarto (34) dan Ahmad Saridin (26) yang sama-sama merupakan warga Kelurahan Demaan RT 02 RW 04. Mereka merupakan rekan kerja dari korban.Menurut Keterangan para saksi, mereka sebelumnya berangkat melaut sekitar jam 02.00 WIB, dan akhirnya pulang setelah mendapatkan hasil. Namun sesampainya di pesisir Pantai Pesajen, Demaan, hujan deras turun. Selain itu juga terjadi petir, yang kemudian mengenai korban.“Karena sambaran petir, korbab mengalami luka bakar serius. Sesampainya di Desa Demaan, selanjutnya langsung dibawa ke RSUD Kartini Jepara untuk mendapatkan perawatan. Meski sudah ditangani tim medis di RSUD Kartini Jepara, nyawa korban tidak tertolong. Pihak medis menyatakan yang bersangkutan meninggal dunia,” tandasnya Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler