Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Hujan deras menyapu hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Jepara, Selasa (23/2/2021) malam. Akibatnya, sejumlah sungai mengalami peningkatan debit air hingga menimbulkan luapan banjir di sejumlah wilayah.

Dari data yang ada, banjir paling parah terjadi di Desa Sumber Rejo, Donorojo, Jepara. Sebanyak 200-an rumah di enam RT yang tersebar di Dukuh Tempur dan Pendem hingga pagi ini (24/2/2021) diketahui masih tergenang air dengan ketinggian antara 50 sentimeter hingga satu meter.

Camat Donorojo, Eko Udiyono mengatakan, banjir kali ini karena Sungai Pasokan yang menjadi aliran air dari beberapa wilayah seperti Mojo (Pati), Blingoh, Kelet, dan beberapa wilayah di atas Desa Sumber Rejo meluap.

"Jadi, sungai Pasokan ini sudah tidak kuat menahan debit air. Kami sudah melihat langsung ke lokasi banjir. Sebagian besar sudah mulai surut pada pagi ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi banjir bandang susulan," ujar Eko Udiyono, Rabu (24/2/2021).

Sementara itu, Petinggi Desa Sumber Rejo, Nur Faqih menyatakan, kawasan pedukuhan Tempur dan Pendem memang selalu mengalami banjir setiap tahun. Upaya penanganannya sudah dilakukan, di antaranya dengan melakukan penyodetan Sungai Pasokan sehingga alurnya lurus.

"Upaya ini dilaksanakan pada 2020 lalu. Namun, langkah tersebut masih belum berhasil. Kemungkinan karena terjadi pendangkalan di bagian aliran sungai," ungkapnya.

Meski begitu, ia mengakui belum ada warga yang mengungsi. Semua masih bertahan di rumah. Dugaan sementara masyarakat setempat sudah terbiasa dengan banjir yang menerpa.
Meski begitu, ia mengakui belum ada warga yang mengungsi. Semua masih bertahan di rumah. Dugaan sementara masyarakat setempat sudah terbiasa dengan banjir yang menerpa."Sejauh ini juga tidak ada korban jiwa. Kami berharap hujan tidak lagi terjadi dengan intensitas tinggi. Terutama di wilayah hulu sungai. Jika tidak, maka kemungkinan terjadi bandang ya bisa saja terjadi lagi," jelas Nur Faqih.Selain Sumber Rejo, beberapa wilayah di Jepara lainnya juga mengalami banjir. Di antaranya di wilayah Mayong, Jepara Kota dan Keling.Di Mayong, sungai Mayong mengalami peningkatan debit air sehingga tidak mampu menampung air. Bendung Jati Sari dilaporkan mengalami luapan air hingga menggenangi sejumlah wilayah pemukiman warga.Sedangkan di Keling, banjir terjadi di Desa Tulakan tepatnya di Dukuh Ploso. Kali Ploso yang mengalir di desa ini meluap hingga menimbulkan genangan banjir. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler