Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Setiap tahun, kami mengalami kerugian Rp 800 miliar karena sawah tidak bisa di panen. Kalau kami kebanjiran terus, bagaimana nasib kami ke depan!" Tegas Jumadi, salah satu orator dalam aksi warga Pati Selatan di depan Kantor DPRD pati, Kamis (5/4/2018).

Dia juga mengatakan, kondisi Sungai Juwana saat ini sudah mengalami pendangkalan karena sering kali banjir. Dari tahun ke tahun, kondisinya justru semakin buruk. Pada akhir tahun 2017 kemarin, sudah banyak lahan persawahan yang berubah menjadi rawa karena banjir. Bahkan sebagian dari mereka tidak ada yang bisa panen.

"Kami meminta agar Sungai Juwana segera dilakukan pengerukan. Apabila tidak dilakukan, kami akan melakukan aksi lagi dengan jumlah massa yang semakin banyak," ungkapnya.

Kalau Sungai Juwana dikeruk, lanjutnya, maka kehidupan warga sekitar akan semakin membaik. Mereka juga tidak akan mengalami kerugian jingga miliyaran rupiah.

"Kami harap aspirasi ini bisa disampaikan oleh ketua DPRD Pati kepda Presiden agar petani tidak melulu terkena banjir," tandasnya.Editor: SupriyadiBaca Juga: 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler