Jadi Langganan Banjir, Tiap Tahun Petani Pati Selatan Rugi Rp 800 Miliar
Cholis Anwar
Kamis, 5 April 2018 11:09:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Setiap tahun, kami mengalami kerugian Rp 800 miliar karena sawah tidak bisa di panen. Kalau kami kebanjiran terus, bagaimana nasib kami ke depan!" Tegas Jumadi, salah satu orator dalam aksi warga Pati Selatan di depan Kantor DPRD pati, Kamis (5/4/2018).
Dia juga mengatakan, kondisi Sungai Juwana saat ini sudah mengalami pendangkalan karena sering kali banjir. Dari tahun ke tahun, kondisinya justru semakin buruk. Pada akhir tahun 2017 kemarin, sudah banyak lahan persawahan yang berubah menjadi rawa karena banjir. Bahkan sebagian dari mereka tidak ada yang bisa panen.
"Kami meminta agar Sungai Juwana segera dilakukan pengerukan. Apabila tidak dilakukan, kami akan melakukan aksi lagi dengan jumlah massa yang semakin banyak," ungkapnya.
Kalau Sungai Juwana dikeruk, lanjutnya, maka kehidupan warga sekitar akan semakin membaik. Mereka juga tidak akan mengalami kerugian jingga miliyaran rupiah.
- 10 Ribu Petani Demo di Alun-alun Pati, Polres Terjunkan 451 Personel untuk Pengamanan
- Tuntut Normalisasi, Ribuan Warga Pati Selatan Geruduk Kantor DPRD Pati
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



