Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sutrisno (56) salah satu petani Desa/Kecamatan Mejobo mengatakan, MT tahap kedua ini dipastikan akan membutuhkan banyak pupuk. Pasalnya, intensitas hujan sudah berkurang, sehingga resapan pupuk akan semakin cepat. Selain itu, pola pertumbuhan pada juga akan teratur.

”Saat ini baru menanam, tetapi satu hingga dua pekan kemudian, padi sudah bisa di pupuk agar pertumbuhannya lebih cepat. Kami harap, ketersediaan pupuk bersubsidi makin melimpah,” ungkapnya saat ditemui di sawahnya, Sabtu (7/4/2018).

Menurutnya, pemupukan tidak hanya dilakukan satu dua kali saja, tetapi mulai dari usia satu minggu hingga memasuki masa panen. Hal itu agar pertumbuhan padi berjalan normal. Ditambah lagi dengan penyempretan untuk menghilangkan hama dalam batang pohon padi.

“Prosesnya panjang, pemupukan juga harus banyak. kalau pemupukan dilakukan ala kadarnya, pertumbuhan padi tidak akan bisa maksimal. Jadwal panen juga akan molor,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, dia berharap kepada dinas terkait untuk memberikan stok pupuk lebih ke distributor maupun pengecer. Sehingga, para petani tidak bingung ketik masa pemupukan.Senada juga dikatakan oleh Parjo (57) petani Desa/Kecamatan Mejobo. Memasuki masa tanam, dia tidak ingin dibayang-bayangi dengan kelangkaan pupuk atau harga pupuk yang dipermainkan pengecer. Dia berharap, pengawasan terhadap penjualan pupuk bersubsidi lebih ditingkatkan.“Petani hanya bisa pasrah. Katanya pupuk bersubsidi lebih murah, nyatanya kami membeli juga sama saja. Tidak ada perbedaan dengan pupuk nonsubsidi,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler