Puluhan Hektare Bawang Merah di Desa Sidoharjo Pati Terancam Gagal Panen
Cholis Anwar
Rabu, 18 April 2018 12:34:58
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Desa Sidoharjo, Bogi Yulistanto mengatakan, sudah tiga pekan ini tanaman bawang merah petani diserang penyakit jamur atau di kalangan petani dikenal penyakit trotol. Tanaman bawang merah yang baru ditanam layu karena diserang hama jamur.
”Jenis penyakit ini disebabkan adanya cendawan yang menyerang tanaman jika cuaca berembun. Selain itu, pada saat hujan di siang hari disiertai cuaca terang. Ini menyebabkan tanaman tanaman menguning dan daunnya layu sehingga menghambat pertumbuhan,” ungkapnya, Rabu (18/04/2018).
Dia menambahkan, dari petani sendiri sudah sering melakukan penyemprotan tanaman. Hanya, saking banyaknya virus jamur, meskipun berkali-kali dilakukan penyemprotan, tetapi daunnya tetap layu. Bahkan sebagian sudah ada yang mati.
”Untuk yang bisa dipanen, kemungkinan bawang yang sudah besar. Tetapi kalau pasca penanaman sudah diserang virus, dipastikan tidak bisa panen. Kalaupun bisa, tentu bawangnya kecil-kecil. Kalaupun di jual, harganya tidak seberapa,” imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



