Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Arif Khilwa mengatakan, ada 74 judul puisi yang terbagi dalam empat sub tema yakni Wajah Alam, Wajah Korupsi, Wajah Religi dan Ragam Wajah. Keempatnya tersebut merupakan gambaran tentang kegelisahan, bahwa negeri ini semakin tak beraturan.

Banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintahan, kerusakan alam yang dilakukan oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab, realitas social yang semakin jauh dari kenyataannya, hingga jalinan hubungan natara manusia dengan sang pencipta.

“Ini merupakan buku antologi puisi tunggal pertama. Kumpulan puisi yang saya susun sejak tahun 2014 hingga 2017 kemarin. Sebagian diantaranya merupakan puisi saya yang pernah termuat di media massa, maupun buku antologi bersama dan puisi-puisi baru,” terang Arif.

Selain itu, dalam puisi tersebut, tulisan-tulisan Arif juga banyak yang memuat tentang kritik social. Dia melihat, ada banyak permasalahan social yang selama ini dikesampingkan. Bahkan tatanan sosial yang dicita-citakan dalam struktur yang baik dan  mapan, pupus ditengah jalan.
“Itu semua lantaran hasil dari pencitraan para pejabat. Mereka hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mempedulikan rakyat. Mereka saling berebut citra, unjuk kebolehan, umbar janji tanpa ada bukti,” tegasnya.Sementara Agus Bahrul Wafa, ketua Teater Aliyah Salafiyah (TEASA) yang juga panitia acara menyebutkan peluncuran buku puisi Wajah Negeri ini menjadi inspirasi tersendiri. Apalagi penulis buku tersebut merupakan guru di sekolah tersebut sekaligus pelatih Teasa.“Dalam launching kali ini diwarnai kegiatan bedah buku sekaligus pembacaan puisi bersama dari para penyair dari Kudus, Jepara maupun Pati sendiri,” tutupnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler