Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dia menuliskan, ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak gempa ini merupakan gempa dangkal akibat sesar lokal. Jika ditinjau lokasi episenternya, gempa ini berada di sekitar zona Sesar Muria.

“Namun demikian, untuk memastikan sumber gempa pembangkit gempa ini perlu ada kajian lebih lanjut,” jelasnya.

Menurutnya, secara sistemik, di zona semenanjung muria yang meliputi Pati dan Jepara, akhir-akhir ini kondisinya cukup aktif. Tercatat di zona ini sudah beberapa kali terjadi gempa, yakni pada 1890, 23 Oktober 2015, dan 18 Juli 2016 lalu.

Sementara hari ini, gempa kembali terjadi dengan kedalaman 12 km, yang merupakan gempa dangkal. Bahkan, hasil monitoring yang dilakukan, sampai saat ini BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Muria, Pati dan Jepara dihimbau agar tetap tenang, karena gempa ini belum berpotensi merusak,” tandasnya.Sebagaimana diketahui, telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 4,3 sekala ricter (SR) di Pati pada pukul 05.47.48 WIB. Berdasarkan informasi yang dilansir dari laman BMGK posisi gempa adalah pada 6,42 Lintang Selatan dan 111,07 Bujur Timur dengan kedalaman 12 km. Pusat gempa berada di laut 36 km timur laut Pati.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler