Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Sesuai dengan amanat undang-undang bahwa Pilgub Jateng ini juga harus mempunyai aksesbilitas bagi para penyandang disabilitas. Sehingga, kami melakukan koordinasi dan pembinaan di masing-masing daerah di Jawa tengah yang mempunyai tingkat pemilih difabel tinggi,” ungkapnya saat melakukan kunjungan di Pati, Rabu (16/5/2018).

Ia menambahkan, untuk pemilih disabilitas sendiri, tercatat ada sebanyak 60.056 pemilih yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Menurutnya, jumlah tersebut terbilang cukup tinggi.

“Kami memilih Pati sebagai lokasi pembinaan kami, karena di Pati ini jumlah pemilih disabilitas lumayan banyak,” imbuhnya.

Untuk mengakomodir hal tersebut, dia mengaku sejak pendaftaran pemilih, KPU kabupaten harus melakukan identifikasi. Nantinya, bagi pemilih disabilitas akan dikelompokkan sesuai dengan datanya, sehingga dapat diketahui jumlah pemilih disabilitas di masing-masing kabupaten.

Lanjutnya, setelah ada identifikasi, selanjutnya akan dipetakan lagi masing-masing kekurangannya. Misalkan bagi penyandang tunanetra, tuna rungu dan lain sebagainya.
Dengan begitu, KPU bisa menyediakan alat yang dibutuhkan mereka saat menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Jateng Juni 2018 mendatang.Sementara itu, Ketua PPDI Pati Suratno mengatakan, sempat ada penyandang tuna netra yang tidak tahu kertas suaranya, sehingga mereka mengalami kesulitan tersendiri pada saat menggunakan hak suaranya.Sehingga, dia berharap sebelum pelaksanaan pemilihan, setidaknya ada simulasi khusus bagi penyandang disabilitas.“Kalau memang KPU memfasilitasi, kami siap untuk melakukan simulasi itu. Untuk teman-teman yang lain, kami piker tidak ada kendala. Tapi untuk yang lumpuh total, itu memang tidak bisa datang ke PTS,” tutupnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler