Masjid Tua di Desa Prawoto Ini, Dipercaya Tempat Musyawarah Para Wali
Cholis Anwar
Sabtu, 26 Mei 2018 13:02:15
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Muh Irsyad ketua pengurus Masjid Wali mengatakan, dulu sebelum Masjid Demak dibangun, para wali menjadikan tempat itu untuk bermusyawarah. Hanya, dulu bentuknya belum berupa masjid, melainkan langgar atau musala.
”Kalau pada saat musyawarah untuk pembangunan masjid Demak saja ada di sini, berarti bisa dikatakan bahwa masjid ini lebih dahulu ada. Warga sekitar juga meyakini demikian” ungkapnya, Sabtu (26/5/2018)
[caption id="attachment_143153" align="aligncenter" width="715"]
Salah satu pengurus Masjid Wali di Desa Prawoto menunjukkan sejumlah ornamen yang terlihat kuno. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]Bangunan masjidnya cukup unik. Nuansa masa lampau masih begitu terasa dari bentuk atapnya yang berundak, jendela berukuran besar dari kayu dengan model kuno, dan ciri khas lainnya masjid itu begitu rendah. Bahkan bagian pengimannya hanya setinggi 160 sentimeter saja atau tepat seukuran rata-rata tinggi lelaki dewasa. Pintunya juga cukup rendah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



