Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Nah, bagi Anda yang lama berada di perantauan atau ingin membawa oleh-oleh khas Pati saat kembali ke rantau, jeruk pamelo adalah rekomendasi pertama. Jeruk ini merupakan khas Kecamatan Gembong, dan sentranya paling banyak berada di Desa Bageng, Gembong.

Jeruk ini sudah mulai ngehitz. Di tempat lain jeruk ini juga dikenal dengan jeruk Bali. Bedanya pamelo khas Gembong pada warna merahnya yang terlihat lebih segar dan rasa manisnya. Keunggulan lain, jeruk pamelo Bageng juga dikenal istimewa karena tanpa biji.

Di Pati, untuk mendapatkan jaruk ini sangatlah mudah, karena di pasar-pasar tradisional maupun di pasar unggulan Pragola Pati, terdapat banyak stok jeruk pamelo tersebut

Hanya, Anda harus berhati-hati untuk memilih jeruk yang benar-benar khas Pati, terutama hasil budidaya warga Desa Bageng. Sebab, jeruk pamelo Bageng adalah yang paling enak dan tanpa biji di dalamnya.

Sutrisno (49) warga Desa Begeng, Kecamatan Gembong mengtakan, jeruk khas Bageng mempunyai rasa yang khas dan tekstur yang berbada dengan jruk pamelo lainnya. Teksturnya lebih tebal dan waranya lebih merona.
“Ciri yang paling gampang, kalau jeruk pamelo khas Bageng itu tidak ada bijinya. Tapi kalau di luar Bageng, masih ada bijinya. Karena, sebelum kami membudidayaakn jeruk itu, kami melakukan penelitian dan eksperiman terlebih dahulu untuk mendapatkan bibit yang jeruknya tanpa biji,” ujar Sutrisno.Menurutnya, kualitas rasa jeruk pamelo Desa Bageng memang berbada dengan pamelo yang ada di desa lainnya. Mengingat, ketinggian lokasi tanaman dan model perawatan juga berpengaruh. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca, yang juga mementukan hasil panen.“Kalau kemarau panjang seperti kemarin, pertumbuhan buah akan lambat, sehingga pemanenan cenderung terhambat. Berbeda kalau musim hujan, buah akan cepat tumbuh dan membesar, panen pun bisa lebih maksimal. Bahkan dalam satu kali panen, biasanya sampai lima kulntal,” tandasnya.Tunggu apa lagi, jangan sampai mudik Anda hampa tanda adanya oleh-oleh khas Pati. Keluarga sudah menunggu Anda, juga oleh-oleh yang anda bawa untuk dibagian kepada mereka.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler