Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan, mereka juga percaya bahwa makanan apaun apabila sudah dibentuk menjadi gunungan dan diarak keliling desa dan kemudian diberikan doa, maka akan menjadi berkah.

Begitu juga dengan tradisi sedekah bumi yang ada di Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, nasi yang sudah mendapatkan doa dari sedekah bumi tersebut, dipercaya dapat membawa berkah. Bahkan, tidak sedikit mereka yang sengaja mengeringkan nasi tersebut, untuk kemudian ditebar di tengah sawah.

“Setelah arakan gunungan selesai, biasanya warga berebut nasi dan gunungan untuk disimpan. Kalau nasi, mereka percaya akan membawa berkah tersendiri. Karak (nasi yang sudah dikeringkan) apabila ditebar ke tengah sawah, maka sawahnya akan subur dan terhindar dari berbagai hama,” ungkap tokoh masyarakat Desa Mojoagung, Tejo Pramono.

Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak hanya dimiliki oleh warga Desa Mojoagung, tetapi di desa tetangga juga ikut berebut nasi untuk mendapatkan berkahnya tersebut. Tidak heran apabila mereka berdesak-desakan, bahkan sampai ada yang terselungkup untuk berebut mendapatkan nasi itu.
“Sebenranya, itu kan memang sebagai bentuk rasa syukur kami atas anugerah yang diberikan Tuhan kepada mahlukNya. Kalau pun warga yang punya kepercayaan seperti itu, tidak lain karena mereka sudah membuktikan,” terangnya.Selain itu, apabila hasil gunungan tersebut dimakan, maka dipercaya akan memberikan kesehatan bagi yang memakannya. Karena itulah, jumlah gunungan tidak hanya satu, tetapi ada banyak gunungan yang dibuat oleh warga sendiri.“Untuk gunungan sendiri ada dua jenis, yakni gunungan laki-laki dan perempuan. Untuk gunungan laki-laki itu isinya adalah buah-buahan, sementara gunungan perempuan isinya sayuran. Bahkan, setiap tahunnya, jumlah gunungan terus bertambah,” tandasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler