Gelar Aksi, Ratusan Warga Desa Wedusan Pati Tuntut Kades Mesum Dicopot
Cholis Anwar
Selasa, 17 Juli 2018 11:57:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
”Kami menuntut agar Kepala Desa Wedusan yang telah berbuat mesum, segera dicopot. Karena, itu sangat melukai hati kami sebagai warga. Dia tidak pantas menjabat sebagai kades, apalagi sudah berbuat seperti itu,” tegas Jasman saat orasi diharapan para demosntran.
Lebih dari itu, berbagai lontaran kebencian juga diucapkan oleh para demonstran. Mereka mengaku sangat kecewa dengan kadesnya tersebut. Bahkan, mereka juga meminta ada tindakan tegas dari kepolisian maupun pemerintah kabupaten pati.
”Ini sudah tidak wajar. Dia pantang mejabat sebagai kepala desa. Kami juga meminta kepada aparat kepolisian untuk bertindak tegas,” teriaknya.
Baca Juga: Diduga Mesum di Kebun Singkong, Kades Wedusan Pati Digerebek Warga
Ratusan Warga Desa Wedusan melakukan aksi di depan kantor Bupati Pati. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]Mereka juga tetap pada satu suara, yakni ingin mencopot kadesnya yang telah berbuat mesum tersebut. Mereka juga tidak ingin, nama desa tercoreng lantaran perilaku tidak baik yang dilakukan petingginya itu.Diketahui, Kades Wedusan pada Senin (16/7/2018) malam kemarin dipergoki warga sedang berbuat mesum dengan seorang wanita yang bukan istrinya di kebun singkong desa setempat. Kades juga sempat diarak warga ke balai desa untuk dimintai pertanggung jawaban.Mendengar aksi penangkapan tersebut, ratusan warga desa segera memenuhi kantor Desa Wedusan. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi kejadian dan berhasil mengamankan keduanya/dari amukan warga yang tampak geram dengan perbuatan pelaku. Sempat terjadi aksi dorong dan penghadangan saat pelaku dibawa ke mobil patroli.Editor: Supriyadi
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



