Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tentunya, ini sangat mengundang perhatian warga sekitar. Apalagi, Pati sudah mendapatkan piala Adipura yang salah satu indikatornya adalah kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan. Namun, melihat kondisi sungai Blaru tersebut, tentunya banyak menuai tanggapan.

Selain sungai menjadi kumuh, bau tak sedap yang dihasilkan sudah menyebar di masyarakat sekitar.  Padahal lokasi sungai tersebut berada cukup dekat dengan pusat kota. Bahkan di titik pintu air yang dipenuhi sampah tersebut berada tepat di jalur lingkar dalam Kabupaten Pati.

Hery Purwaka, salah satu warga mengaku mengeluhkan kondisi tersebut. dia juga menilai, Pati yang sudah mendapatkan Piala Adipura, tentunya masalah sampah di sungai itu juga harus diperhatikan. Apalagi, kondisi demikian itu, sudah bertahun-tahun terjadi.

“Kondisi seperti itu sudah bertahun-tahun terjadi tapi juga masih saja seperti itu. Pemerintah harus konsekuwen dengan apa yang sudah di dapatkan (Piala Adipura)., setidaknya kondisi sungai ini bisa bersih terlebih dahulu,” terangnya, Rabu (18/7/2018).

Dia  menambahkan, di daerah tersebut juga sudah ada tulisan laranga membuang sampah sembarangan. Namun papan peringatan itu tetap saja belum mampu mengatasi persoalan tersebut.“Sepertinya itu sampah yang dari atas terbawa kesini dan terhalang di pintu air ini. Kebetulan ini kan irigasi Gembong,”terangnya.Dia berharap ada langkah serius dalam penanganan sampah di alur sungai tersebut. Bahkan pengawasan pun diharapkan tidak hanya dilakukan dikawasan bawah namun juga di kawasan atas.“Sehingga nantinya penanganan bisa maksimal. Sekalipun saat kawasan ini dibersihkan tapi kalau diatas masih membuang sampah tentu persoalannya tidak bisa terpecahkan. Dibutuhkan penanganan bersama,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler