Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Tentunya, ini sangat mengundang perhatian warga sekitar. Apalagi, Pati sudah mendapatkan piala Adipura yang salah satu indikatornya adalah kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan. Namun, melihat kondisi sungai Blaru tersebut, tentunya banyak menuai tanggapan.
Selain sungai menjadi kumuh, bau tak sedap yang dihasilkan sudah menyebar di masyarakat sekitar. Padahal lokasi sungai tersebut berada cukup dekat dengan pusat kota. Bahkan di titik pintu air yang dipenuhi sampah tersebut berada tepat di jalur lingkar dalam Kabupaten Pati.
Hery Purwaka, salah satu warga mengaku mengeluhkan kondisi tersebut. dia juga menilai, Pati yang sudah mendapatkan Piala Adipura, tentunya masalah sampah di sungai itu juga harus diperhatikan. Apalagi, kondisi demikian itu, sudah bertahun-tahun terjadi.
“Kondisi seperti itu sudah bertahun-tahun terjadi tapi juga masih saja seperti itu. Pemerintah harus konsekuwen dengan apa yang sudah di dapatkan (Piala Adipura)., setidaknya kondisi sungai ini bisa bersih terlebih dahulu,” terangnya, Rabu (18/7/2018).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



