Ratusan Warga Berebut Nasi Kuning di Desa Mintomulyo Juwana
Cholis Anwar
Kamis, 19 Juli 2018 15:35:26
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Berbagai acara dihelat pada acara sedekah bumi tersebut. Di antaranya adalah, pagelaran budaya ketoprak, wayang kulit, jalan santai, maraton, sepeda santai dan kirab budaya.
Yang tak kalah menarik adalah tradisi berebut nasi kuning di punden Mbah Tareko, yang berada di Dukuh Mbagu, desa setempat.
Dalam tradisi ini, nasi kuning yang telah dibungkus dengan plastik ukuran kecil, yang telah didoakan dan ditempatkan di punden Mbah Tareko tersebut, kemudian dibagi kepada warga.
Meski pihak panitia telah menyediakan nasi tersebut dalam jumlah yang banyak, namun banyak warga yang berebut untuk mendapatkan terlebih dahulu nasi buceng atau nasi kuning tersebut.
“Ada keyakinan dari warga jika, nasi kuning yang didapatkan dari Punden Mbah Tareko ini ada keberkahannya. Yakni bisa untuk obat, bisa untuk tanaman, bisa untuk berdagang, keselamatan dan lain sebagainya,” ujar Pariyo, Juru Kunci Punden Mbah Tareko.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



