Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari keterangan yang dihimpun, semakin berkurangnya jumlah ASN di lingkungan Pemkab Pati mulai terjadi sejak 2013/2014 lalu. Pada tahun tersebut, mulai terjadi adanya ASN yang pensiun, yakni berkisar 300 hingga 400 orang. Sejak itu jumlah ASN yang pensiun berkisar 400 orang per tahun.

Namun pada tahun 2017 dan 2018 jumlah ASN yang pensiun melonjak hingga 700 orang. Hingga selama lima tahun terakhir ini, jumlah SN yang pensiun mencapai 5.000 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Pati, Jumani mengatakan, jumlah tertinggi pegawai yang pensiun, memang terjadi pada tahun 2017 dan 2018. Sementaran yang paling banyak adalah di lingkungan Sekolah Dasar (SD)

“Kebutuhan guru minimal 6 orang dalam satu sekolah SD, ditambah guru olahraga dan agama. Banyak kepala SD yang merangkap jadi guru kelas” kata Jumani, Sabtu (21/7/2018).

Persoalan sekolah yang kekurangan guru bisa ada solusi jika kepala sekolah berani mengangkat guru honor.

“Umumnya kepsek takut mengangkat guru honor, karena kepsek tidak tahu caranya menggaji guru honor. Padahal kepsek bisa mengangkat guru honor karena pemkab Pati suda menghentikan program kontrak daerah,” imbuhnya.Jumani membeberkan jika akibat banyaknya ASN yang pensiun, maka Pemkab Pati membutuhkan 5000 pegawai. Di antaranya yang sangat mendesak adalah guru, tenaga kesehatan dan tenaga infrastruktur khusus, seperti perencana jembatan, inspektorat, satpol PP, dan dokter spesialis.Namun, di tengah kebingungan di saat Pemkab Pati kekurangan pegawai, justru dimanfaatkan oknum tertentu yang ingin mengambil keuntungan di internet.Oknum tersebut mengeluarkan pengumuman adanya penerimaan CPNS. Seolah kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengangkat CPNS 369 orang untuk pemkab Pati.“Pengumuman tersebut sangat menyesatkan. Pengumuman hoax. Karena pemerintah pusat belum melakukan penerimaan CPNS,” tandasnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler