Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala TPI Banyutowo, Dukuhseti, Dediyana mengatakan, dari tim pencarian Pati sudah menghentikan pencarian nelayan yang hilang setelah sepekan ini. untuk tinggi gelombang, saat ini mencapai 3-4 meter. Sehingga, pencrian terpaksa dihentikan.

”Ketinggian ombak kini mencapai 3-4 meter. Korban hilang di sekitar Pulau Mondoliko Jepara. Kalau dari kami sudah menghentikan. Semua tim pencarian dari kabupaten ditarik. Mungkin dari tim pencarian Jepara juga dihentikan,” tuturnya, Rabu (1/8/2018).

Ia mengatakan, perahu yang dikendarai kedua ABK itu milik warga Banyutowo. Namun perahu tersebut biasanya diparkirkan di pinggir sungai Desa Alasdowo. Sementara, kedua ABK itu setiap harinya mencari rajungan. Biasanya penangkapan rajungan memilih di sekitar laut Pulau Mondoliko.

”Satu nelayan yang hilang ditemukan oleh nelayan Rembang, saat ini kondisinya sudah semakin membaik,” ujarnya.

Berdasarkan penuturan Aldi, Said pada saat kejadian sengaja melompat ke laut lantaran melihat ada kapal besar yang mendekat. Padahal, saat itu tidak ada kapal sama sekali. Setelah Said melompat, Aldi memberikan tutup fiber ikan supaya tidak tenggelam. Setelah itu, Aldi berusaha menyelamatkan korban namun tak berhasil.”Keduanya terombang-ambing di atas laut sehari semalam hingga akhirnya ada kapal cantrang milik warga Rembang yang melintas menolong. Nahasnya, saat mau mengangkat korban ke kapal, korban tenggelam dan tidak ditemukan,” terangnya.Dia mengimbau agar para nelayan tidak mengabaikan untuk membawa pelampung pada saat melaut. Padahal, di banyutowo sendiri pihaknya sudah membagian 400 pelampung pada tahun ini.”Sebisa mungkin, pelampung harus terus dibawa pada saat melaut. Agar, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pelampung itu bisa segera digunakan untuk penyelamatan sementara,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler