Banyak yang Hilang, Peneliti Minta Artefak di Desa Prawoto Pati Dilindungi
Cholis Anwar
Senin, 6 Agustus 2018 14:11:23
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Peneliti sejarah asal Desa Prawoto, Ali Romdhoni mengatakan, perlindungan terhadap artefak yang ada di Desa Prawoto harus dilakukan. Selain untuk meminimalisir banyak artefak maupun peninggalan sejarah yang hilang, artefak itu juga bisa digunakan untuk merekonstruksi keberadaan peradaban di Prawoto.
”Bahkan kami melihat setidaknya pusat pemerintahan Demak Bintoro pernah berada di Prawoto. Ada sejumlah penguat akan hal itu. Baik dari sumber babad, cerita tutur dari masyarakat yang pernah menceritakan adanya bekas keraton, maupun sejumlah artefak dan peninggalan yang diketemukan di Prawoto,”ujar pria yang juga Dosen Unwahas.
[caption id="attachment_146578" align="aligncenter" width="715"]
Sejumlah peneliti sedang melakukan penelitian di Desa Prawoto. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]Untuk itu, dirinya berharap langkah penelitian yang dilakukannya bisa menjadi awal dalam proses rekonstruksi sejarah di Prawoto. Dia juga berharap nantinya akan semakin banyak anak muda yang mulai bergerak untuk focus meneliti peninggalan sejarah Prawoto.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



