Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bagi warga yang ekonominya cukup mampu, mereka akan membeli air yang harganya cukup mahal. Sementara warga miskin harus ngangsu dari sumber air yang masih ada, dan jaraknya pun sangat jauh.

Sejumlah komunitas dan lembaga sudah menyalurkan bantuan air bersih untuk desa-desa yang terdampak. Namun bantuan itu tak sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga.

Diperkirakan, kekeringan masih akan terus terjadi  hingga bulan depan. Apalagi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda adanya hujan.

Suyadi (46) salah seorang warga Desa Kudur, Kecamatan Winong, Pati mengatakan, sudah dua tahun ini musim kemarau terjadi lebih panjang. Bahkan, sampai pertengahan Agustus 2018, belum ada tanda-tanda adanya hujan.

“Beberapa hari lalu sempat gerimis, tetapi hanya sebentar. Setelah itu, cuaca kembali panas. Anehnya, pada saat malam hari, cuacanya begitu dingin, tetapi pada siang hari panasnya menyengat. Biasanya, kalau ada tanda seperti ini, musim kemarau akan lebih panjang,” ujarnya, Sabtu (11/8/2018).
Dia berharap, bantuan air bersih terus digelontorkan oleh pemerintah, sehingga kebutuhan pokok warga bisa tercukup dengan baik. Apalagi, untuk satu tangki air terkadang masih kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.Bencana kekeringan itu tidak hanya dirasakan oleh satu desa saja, tetapi sudah semakin meluas. Bahkan, untuk di Kecamatan Winong saja, ada ada lima desa yang terdampak, yakni Desa Pajangan, Wirun, Bumiharjo, Karangkonang dan Kropak.Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi Siswoyo mengaku akan terus menggelontorkan air bagi pihak desa yang mengajukan permohonan. Untuk hari ini, pihaknya juga menggelontorkan dua tangki air untuk Desa Kudur dan Desa Kropak, Kecamatan Winong.“Kami akan terus melakukan pemantauan kekeringan di desa-desa. Kemudian bagi pihak desa yang sudah mengajukan dropping air bersih, kami juga siap untuk mengirimkan,” tandasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler