Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Adalah batik  tulis khas Desa Purwokerto, Kecamatan Kayen, Pati, yang sudah menggarap itu. Melalui Indo Batik Tulis Purwokerto (IBTA) yang dikembangkan, ternyata banyak masyarakat yang tertarik dan memesan batik tersebut.

Kepala Desa Purwokerto, Purtoyo mengatakan, jika saat ini batik khas Purwokerto sudah mulai dikenal masyarakat luas. Meski sebenarnya, batik tersebut belum lama dikembangkan di desa tersebut.

“Pengembangan batik khas Purwokerto ini baru mulai kami kembangkan sekitar Desember 2017 lalu. Hal ini tak lain dari upaya kami pemerintah desa untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” ujarnya, Selasa (14/8/2018).

[caption id="attachment_147052" align="alignnone" width="715"] Batik tulis khas Desa Purwokerto Pati yang dibuat hanya menggunakan pewarna alami. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]

Menurutnya, di antara keunggulan yang dimiliki batik khas Purwokerto tersebut adalah pewarna yang digunakan. Yakni menggunakan pewarna alami, dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar Purwokerto.

Dengan pewarna alami tersebut, batik khas Purwokerto itu, justru memiliki segmen yang bagus di pasaran. Hal itu terbukti dari banyaknya pesanan, baik dari Pati maupun luar daerah.
Meski demikian, katanya, pihaknya masih kekurangan sumber daya manusia atau tenaga yang memproduksi batik. Sehingga, ketika ada pesanan cukup banyak, terkadang jadi kewalahan.“Awalnya warga yang terlibat dalam produksi batik ini lumayan banyak. Namun memang ada beberapa yang kemudian kurang aktif. Mungkin kurang sabar untuk berlatih,” ungkapnya.Namun begitu, dirinya optimistis, jika batik khas Purwokerto nantinya akan terus berkembang. Sebab, batik yang diproduksi oleh warga desa setempat itu memiliki keunggulan dibanding batik lainnya.Untuk motif-motif yang dibuat sendiri, katanya, juga menonjolkan kearifan lokal. Di antaranya adalah hasil pertanian yang ada di desa setempat. Misalkan saja jagung,padi, alpukat dan lain sebagainya.Ke depannya, pihaknya juga akan melakukan terobosan-terobosan dan inovasi, baik dalam pembuatan batik itu sendiri maupun pemasarannya. Sehingga, nantinya semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam produksi batik tersebut dan mampu meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler