Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Begitu juga dengan warga Dukuh Balong, Desa/Kecamatan Pucakwangi, Pati. Mereka memeriahkan kemerdekaan dengan mengadakan lomba gogoh ikan di tambak yang sudah disediakan panitia.

Ketua panitia pelaksana lomba, Agus Rihono mengatakan, lomba gogoh ikan ini sebenarnya sudah lama punah. Dulu, di Kecamatan Pucakwangi sering diadakan lomba itu untuk merayakan HUT kemerdekaan RI. Tapi, seiring berjalannya waktu, lomba tersebut sudah lama ditinggalkan.

“Padahal, lomba gogoh ikan ini penuh dengan makna. Pati mempunyai jargon Bumi Mina Tani yang merupakan simbol kemakmuran warganya. Lomba gogoh ikan ini juga sebagai wujud bahwa potensi perikanan di Pati sangat melimpah, banyak warganya yang menjadi nelayan. Sehingga, gogoh ini merupakan bentuk lomba untuk menggambarkan hal itu,” ungkapnya, Kamis (16/8/2018).

Lebih dari itu, lomba tersebut memang diikuti oleh anak-anak agar mereka tahu betul bagaimana cara penangkapan ikan pada zaman dulu.

Jadi, sebelum adanya alat penangkapan ikan yang modern, orang menangkap ikan degan cara gogoh tersebut. Namun, anak-anak saat ini kemungkinan besar tidak mempraktikkan gogoh ikan tersebut, lantaran sungai-sungai banyak yang mengering.“Dengan gogoh ini, selain sebagai bentuk keceriaan anak-anak, juga menyadarkan mereka bahwa dahulu ada cara penangkapan ikan dengan gogoh atau ditangkap penggunakan tangan. Ikan yang kami sediakan ada 1 kuintal dari berbagai jenis. Sementara metode penentuan pemenang adalah ditentukan dengan jumlah tangkapan peserta,” katanya.Dia berharap, dengan adanya lomba tersebut, anak-anak lebih mengetahui potensi-potensi perikanan yang ada di Pati. Selain itu, mereka juga menyadari bahwa kondisi saat ini, jauh berbada dengan kondisi zaman dulu atau pada saat kemerdekaan.“Bagi anak-anak, lomba gogoh ikan tersebut mungkin merupakan suatu hal yang baru. Tapi bagi orang tua, lomba gogoh itu bisa mengingatkan memori otak mereka ke masa pada saat air tak hentinya mengalir dari sungai yang dipenuhi dengan ikan. Lalu mereka menangkapnya menggunakan tangan untuk lauk sehari-hari. Semoga lomba ini bisa bermanfaat,” tandasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler