Kemarau Panjang, BPBD Pati Terus Gelontorkan Bantuan Air Bersih
Cholis Anwar
Sabtu, 18 Agustus 2018 13:38:01
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati memastikan terus menggelontorkan bantuan air bersih. Sampai saat ini sudah menggelontorkan bantuan air bersih di puluhan desa yang terdampak kekeringan.
Diprediksi dampak kekeringan ini akan semakin meluas lantaran sampai pertengahan Agustus 2018 belum ada tanda-tanda adanya turun hujan.
Kepala BPBD Pati, Sanusi Siswoyo mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah menggelontorkan bantuan air bersih di 34 desa di Kabupaten Pati yang terdampak kekeringan. Penggelontoran tersebut akan terus dilakukan apabila ada warga yang mengajukan bantuan.
“Penggelontoran rata-rata kami lakukan sebanyak dua tangki dengan volume air 5.000 liter per tangki. Bahkan, terkadang ada juga desa yang sudah mendapatkan bantuan, tetapi karena kurang, mereka meminta tambahan lagi. Terlebih bagi desa yang jumlah penduduknya banyak,” ungkap Sanusi, Sabtu (18/8/2018).
Dia menambahkan, untuk hari ini, pihaknya juga menggelontorkan bantuanair bersih di Desa Boloagung, Kecamatan Kayen sebanyak dua tangki air bersih. Dia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik.
Dia menambahkan, untuk hari ini, pihaknya juga menggelontorkan bantuanair bersih di Desa Boloagung, Kecamatan Kayen sebanyak dua tangki air bersih. Dia berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik.
“Masyarakat harus lebih hemat dalam menggunakan air dalam keperluan hidup sehari-hari, baik untuk keperluan mandi,cuci dan kakus,” tutupnya.
Sementara itu, Paini salah seorang warga yang mendapatkan bantuan air bersih mengaku sangat senang. Dia juga menyiapkan beberapa tempat penampungan air agar mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
“kalau musim kemarau, di desa kami memang sulit cari air bersih. Kalau sawah, saat ini memang belum ditanami. Warga masih menunggu datangnya hujan, agar dalam proses pertanian bisa lebih baik,” terangnya.
Editor : Ali Muntoha



