Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Karena itulah, penting sekiranya untuk menciptakan sumber daya manusi (SDM) yang mampu berkompetisi dalam dunia industri. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan besar akan mampu menyerap tenaga ahli yang diciptakan dari sekolah-sekolah kejuruan. Selanjutnya, pengangguran terpelajar akan semakin berkurang.

Hal ini lah yang mulai dikembangkan oleh PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang bekerja sama dengan sekolah-sekolah kejuruan untuk membuka kelas budaya industri. Bahkan, program tersebut  merupakan inisiatif perdana yang dilaksanakan untuk memperkaya keterampilan generasi muda lulusan SMK.

“Tantangan dunia industri yang semakin kompetitif menuntut tersedianya SDM yang dapat beradaptasi dengan baik dalam aktifitas di lapangan kerja. Kami berusaha untuk mendukung geliat ekonomi Indonesia salah satunya melalui pembentukan kualifikasi tinggi lulusan vokasi melalui kelas budaya industri,” ujar Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono usai meresmikan kelas budaya industri di STM Tunas Harapan Pati, Jumat (24/8/2018).

Bahkan, secara langsung dirinya juga memberikan bantuan mobil rakitan untuk kelas budaya industri di STM Tunas Harapan. Dirinya juga berharap, program tersebut dapat meningkatkan mutu keterampilan dan kemampuan para siswa.
“Kalau sudah demikian, tentunya akan meningkatkan angka penyerapan lulusan SMK yang berkualitas yang dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil dalam industri yang terus berkembang,” imbuhnya.Sementara itu, Kepala Sekolah STM Tunas Harapan Pati Eny Wahyuningsih mengaku sangat apresiatif dengan adanya program kelas budaya industri tersebut. Apalagi, sekolahnya ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan peresmian kelas tersebut.“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi sekolah dan daerah. Kami juga berterimakasih dengan program yang sangat tepat tersebut. Meski merupakan hal yang baru, tetapi kami akan melaksanakan semaksimal mungkin untuk mencetak lulusan vokasi yang mempunyai keterampilan khusus di bidang industri,” tutupnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler