Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD, sebanyak 48.988 warga yang terdampak kekeringan itu terdari dari 50 desa di 9 Kecamatan. Yakni Kecamatan Gabus, Winong, Pucakwangi, Tambakromo, Jaken, Jakenan, Kayen, Juwana, dan Batangan.

“Dari 9 kecamatan yang terdampak itu, paling banyak desa yang terdampak adalah di kecamatan Winong, yakni ada 14 desa yang terdampak kekeringan,” ungkapnya, Rabu (29/8/2018).

Untuk mengatasi hal tersebut, sebanyak 50 desa itu saat ini sudah dilakukan droping air bersih secara bergilir oleh BPBD Pati. Namun, ada juga instansi dan lembaga lain yang memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

“Selain dari kami, ada juga bantuan air bersih dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, Polres Pati dan lembaga lain yang secara suka rela juga memberikan bantuan,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, penyaluran bantuan air bersih itu tidak hanya dilakukan satu kali. Tetapi ada desa yang sudah mendapatkan droping lebih dari dua kali. Seperti halnya di tujuh desa yang ada di Kecamatan Gabus,  rata-rata sudah mendapatkan dropping air sebanyak dua pengiriman. Bahkan ada juga yang sudah di dropping hingga enam kali oleh PMI Pati.“Dropping air bersih ini terus kami lakukan sampai masyarakat benar-benar tidak kekurangan air. Kami harap, bantuan tersebut juga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin agar mencukui untuk kebutuhan harian,” harapnya.Sementara itu, Aunal Hasib (27) salah seorang warga Pucakwangi yang terdampak kekeringan mengaku perihatin dengan kondisi tersebut. Apalagi,  kekeringan tahun ini menurutnya terjadi lebih awal apabila dibandingkan tahun lalu.“Tahun ini memang kekeringan terjadi lebih awal. Semoga saja sepat turun hujan, sehingga kami bisa memanfaatkan air hujan itu untuk kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler