Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ikhwal tersebut disampaikan oleh Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Saryadi Guyatna saat berkunjung di Pati beberapa hari lalu. Dia berpesan agar pendidikan tidak hanya terbatas pada teori, tetapi harus lebih banyak praktik.

“Pendidikan saat ini memang memaksa anak bangsa untuk mengenal dunia Industri. Itu dalam rangka untuk penyelarasan dengan dunia kerja dan dunia usaha. Karena itulah, program pendidikan industri ini lebih banyak praktik, yakni 70 persen dan teori hanya 30 persen,” ungkapnya.

Lebih dari itu, dia mengistilahkan dengan pendidikan vokasi yang mempermudah anak-anak didik untuk terjun langsung ke dunia industri usai luus sekolah. Dalam pendidikan vokasi itu, selama berada di bangku sekolah, mereka akan digembleng sedemikian rupa, sehingga ketika sudah lulus, siap ditempatkan di industri yang sudah menjalin kerja sama dengan kementerian.

“Untuk menampung tenaga terdidik itu, kami juga sudah menjalin kerjasama indusri baik dalam maupun luar negeri, yakni dengan Jerman.  Itu muali dari proses pengembangan hingga nantinya pelaksanaan pendidikan dan penjaminan mutu lulusan,” imbuhnya.Dia juga mengakut telah mendorong pemerntah agar mengalokasikan anggaran untuk pendidikan vokasi tersebut. dengan begitu, akan terbentuklah sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan mampu mencipta ruang-ruang industri baru di negeri ini.“Indiustri memerlukan kecepatan, industri memerlukan akurasi, dan insdustri memerlukan kualitas. Jika ketiganya itu sudah kita laksanakan, maka akan tercipta SDM yang mempuni dan mempunyai kualitas tinggi,” tegasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler