Kemendikbud: Pendidikan Industri Itu 70 Persen Praktik 30 Persen Teori
Cholis Anwar
Kamis, 30 Agustus 2018 14:36:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ikhwal tersebut disampaikan oleh Kasubdit Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Saryadi Guyatna saat berkunjung di Pati beberapa hari lalu. Dia berpesan agar pendidikan tidak hanya terbatas pada teori, tetapi harus lebih banyak praktik.
“Pendidikan saat ini memang memaksa anak bangsa untuk mengenal dunia Industri. Itu dalam rangka untuk penyelarasan dengan dunia kerja dan dunia usaha. Karena itulah, program pendidikan industri ini lebih banyak praktik, yakni 70 persen dan teori hanya 30 persen,” ungkapnya.
Lebih dari itu, dia mengistilahkan dengan pendidikan vokasi yang mempermudah anak-anak didik untuk terjun langsung ke dunia industri usai luus sekolah. Dalam pendidikan vokasi itu, selama berada di bangku sekolah, mereka akan digembleng sedemikian rupa, sehingga ketika sudah lulus, siap ditempatkan di industri yang sudah menjalin kerja sama dengan kementerian.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



