Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kasi Penyelenggaraan Ibadah haji dan Umrah, Abdul Hamid mengatakan, sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, Yuwono diketahui memang sudah mempunyai riwayat penyakit septic shock atau infeksi menyeluruh.
”Pada saat awal kedatangannya di Tanah Suci, Yuwono sudah dirawat di King Faisal hospital setelah menjalankan ibadah umrah. Karena kondisinya tidak semakin membaik, dia kemudian dirujuk ke RS Al Nur Makkah dan meninggal di sana,” ungkapnya, Sabtu (31/8/2018).
Jenazah, lanjut Abdul Hamid, langsung dimakamkan di pemakaman shara’iy di Kota Makkah. Sementara PPIH Kabupaten Pati sudah takziyah, dan menyampaikan informasi duka secara resmi ke keluarga almarhum di tempat tinggalnya di Desa Winong, sekaligus menyerahkan air zam-zam dan menjelaskan hak jemaah yang lainnya.
Sampai saat ini, setidaknya ada empat jmaah haji pati yang meninggal di tanah suci. Jenazah mereka pun dimakamkan di tempat pemakanan setempat. Rata-rata mereka yang meninggal adalah karena sakit yang sudah dideritanya sejak dari rumah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



