Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sudirno, salah seorang perajin kuningan di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana mengatakan, dulu ada sebanyak 600 an perajin kuningan di wilayah Kecamatan Juwana. Tetapi, perlahan mulai berkurang lantaran berbagai hal yang di alami, muali dari pasar kerajinan yang lesu, bahan baku sulit dan harganya yang tinggi.

“Sampai saat ini, mungkin ada 240an perajin kuningan yang masih bertahan. Itupun harus mempunyai cukup modal dan sudah mempunyai konsumen tetap. Kalau belum mempunyai keduanya, tidak menutup kemungkinan juga akan berkurang lagi,” terangnya, Jumat (31/8/2018).

Dia juga mengaku, untuk mengatasi masalah harga bahan baku yang mahal, Sudirman harus memutar otak agar mendapatkan bahan baku yang baik dan ekonomis. Sehingga, dia kemudian memanfaatkan bahan baku bekas atau daur ulang.

[caption id="attachment_147920" align="alignnone" width="715"] Para perajin kuningan di Juwana fokus melakukan tahapan pembuatan patung. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]

“Memang harus pintar memutar otak dan berinovasi untuk terus mempertahankan kerajinan kuningan ini. kalaupun saya sudah menggunakan bahan baku bekas, tetapi untuk penjualan juga masih pasang surut,” keluhnya.Produk kerajinan kuningan Juwana memang sempat menguasai pasar kerajinan kuningan di Indonesia. Bahkan kerajinan kuningan juwana sempat ekspansi ekspor ke manca negara. Menurunnya pelaku kerajinan kuningan Juwana menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.Dari kerajinan yang dibuat, setidaknya produk yang dihasilkan cukup bervariasi, seperti suku cadang kompor gas, kran air, gagang pintu, meteran air, patung, lampu hias serta produk lainnya dari bahan kuningan.“Harapannya, semoga peminat kerajinan kuningan semakin bertambah sehingga banyak perajin yang mendapatkan untung,” tandasnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler