Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Maka dari itu, dalam bermedsos maupun berkumpul dengan masyarakat, setidaknya harus mempelajari tiga komponen penting, yakni belajar kebenaran, kebaikan dan keindahan.  Tiga hal itu adalah komponen penting untuk menjaga kehidupan yang harmoni.

“bermedsoslah dengan memberitakan hal-hal yang benar,  sebarkanlah berita-berita baik dan tulislah hal-hal yang indah di messos. Itu adalah salah satu cara untuk menangkal banyaknya berita hoaks,” ungkap Gus Aniq dalam acara serasehan Waspada Hoax, Seng Waras Ojo Ngalah di Masjid Mathaliul Huda,Parucen, Sabtu (8/9/2018).

Sementara itu, KH. Umar Fayumi yang juga sebagai pembicara mengatakan, produksi hoaks itu sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Hanya, isu itu kemudian menggema kembali di zaman saat ini dan kemudian menjadi virus untuk menyebarkan benih-benih kebencian.

“Yang penting untuk dilakukan saat ini adalah mengetahui apa yang diperbolehkan dan mengetahui apa yang tidak diperbolehkan. Apapun itu yang tidak diperbolehkan, seperti menyebarkan berita bohong atau membuat kebohongan, jangan sampai di lakukan, karena itu adalah hoaks,” terangnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan, ada du hal terkait dengan hoaks, yakni hoaks yang dilakukan untuk membangun kebaikan, kebenaran dan keindahan. Ada pula hoaks yang dilakukan untuk memecah belah umat, membuat berita-berita yang tidak sebenarnya dan merusak tatanan kebangsaan.“Hoaks yang terakhir itu, adalah yang tidak diperbolehkan. Ingat, yang paling berbahaya adalah dampak dari pada hoaks itu,” imbuhnya.Sementara itu, M. Noor Efendi Pegiat Forum Komunikasi dan Diskusi Wartawan (FKDW) memetakan agar masyarakat maupun pelajar tidak terjebak dengan berita-berita hoaks. Dia mengatakan, ada tiga hal yang umum dilakukan dalam penulisan berita, yakni obyektif, faktual dan aktual.“Sementara berita-berita hoaks, umumnya tidak menggunakan kaidah itu. Malah, ada juga kebohongan yang dilakukan secara sengaja, lalu di sebarkan di media-media sosial yang bisa menyesatkan banyak orang. Setidaknya, telaah terlebih dahulu apabila membaca berita,” tutupnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler