Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang masih melakukan penyelidikan terkait kemungkinan kesamaan pelaku yang beraksi di Semarang. Pasalnya dari penyelidikan awal diketahui ada semacam kemiripan modus dengan yang terjadi di Semarang.

“Kalau memang seperti itu maka ada kemungkinan pelaku beraksi antar lintas daerah,”terang AKP Yusi, Rabu (26/9/2018).

Karyawan Indomaret yang juga korban penyekapan perampok bersenjata, Eka Nalendra Putra mengaku, sebelum perampokan itu terjadi, sempat ada mobil yang berhenti di depan Indomaret. Namun, dia mengaku tidak begitu memperhatikan mobil tersebut lantaran dia masih melayani pembeli.

Tak lama setelah penmbeli yang dilayaninya itu pergi, mobil yang sama datang ke Indomart. Pada saat itu, dirinya juga tidak tahu kalau yang ada di dalam mobil itu adalah kawanan perampok. Apalagi, pada saat yang sama dirinya juga es krim di kulkas.

“Ketika saya didorong oleh tiga orang itu dan menodongkan piltol dibagian kanan kepala saya, sedangkan dua orang lainnya mengacungkan parang di leher belakangnya, saya baru mengetahui kalau mereka adalah rampok,” terangnya.Setelah menodongnya, dia pun diminta untuk menunjukkan rekannya. Setelah rekannya keluar dari kamar mandi langsung didatangi kawanan perampok tersebut. Rupanya Wahyu temannya itu secara reflek hendak melawan dengan memukul tapi berhasil dipatahkan pelaku.“Pistol yang semula ditodongkan ke kepala saya, kemudian diarahkan ke teman saya itu. Maka dari itu saya minta teman saya untuk tidak melawan karena melihat kalah jumlah dan bersenjata,”imbuhnya.Dia mengaku, kawanan perampok yang menyatroni Indomaret tersebut ada empat orang. Tiga orang diantaranya masuk ke dalam toko untuk mengambil uang yang ada di brangkas. Sementara satu orang lagi berjaga-jaga di dekat mobil.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler