Ketua GJL Pati Riyanta mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dan aktor yang ada di belakangnya itu, telah menciderai kepercayaan masyarakat. selain itu juga tidak pantas untuk dilakukan. Apalagi, peristiwa itu sudah menjadi dorotan nasional.
“Apa yang dilakukan Ratna itu memang sangat memalukan, sangat tidak pantas. Kami meminta kepada kapolri untuk segera mencari aktor intelektual dibalik penyebaran berita bohong itu. Karena, seluruh rakyat Indonesia sudah menyaksikan kebohongan yang tidak selayaknya dilakukan,” ungkapnya.
Selain itu, apa yang dilakukan oleh Ratna beserta kroninya tersebut secara langsung telah mencoreng nama bangsa dan negara. Meskipun ini masuk dalam situasi politik, tetapi tidak selayaknya pembohongan diutarakan.
“Kapolri harus segera menemukan actor intelektualnya. Kemudian kepada pegadilan untuk bisa menghukum seberat-beratnya. Sebab, kalau ini di biarkan, negara ini akan kacau balau, negara ini akan rusak,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Binmas Polrws Pati AKP Budi Santosa mengatakan, apa yang menjadi aspirasi GJL secara bertahap akan disampaikan ke Polda dan kemudian ke Mabes Polri. Namun, lanjut Budi, dari Polri sendiri sebenarnya sudah mempunyai tim untuk menyelidiki akun-akun penyebar hoaks.“Polri Punya satgas nusantara yang kerjanya untuk menyelidiki akun-akun palu dan juga termasuk penyebar hoaks. Alhamdulillah untuk di Pati sendiri sampai saat ini belum ditemukan adanya akun yang mencurigakan seperti itu,” ungkapnya.Terkait tuntutan GJL, Budi juga menegaskan bahwa apabila sudah cukup bukti terkait kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dan actor dibelakangnya, dirinya yakin Polri akan segara menindak.“Kalau sudah cukup bukti, nanti juga akan di tindak lanjuti. Siapapun orangnya dan siapa yang ber buat salah, hukum akan kami tegakkan,” tandasnya.
Editor: Supriyadi
Murianews, Pati - Belasan warga yang tergabung dalam Gerakan Jalan lurus (GJL) Pati melakukan aksi di depan Mapolres Pati, Jumat (5/10/2018). Mereka menuntut agar Kapolri menindak lanjuti pembohongan publik yang sudah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. Selain itu, mereka juga menuntut agar aktor intelektual di balik kebohongan itu segera di usut.
Ketua GJL Pati Riyanta mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dan aktor yang ada di belakangnya itu, telah menciderai kepercayaan masyarakat. selain itu juga tidak pantas untuk dilakukan. Apalagi, peristiwa itu sudah menjadi dorotan nasional.
“Apa yang dilakukan Ratna itu memang sangat memalukan, sangat tidak pantas. Kami meminta kepada kapolri untuk segera mencari aktor intelektual dibalik penyebaran berita bohong itu. Karena, seluruh rakyat Indonesia sudah menyaksikan kebohongan yang tidak selayaknya dilakukan,” ungkapnya.
Selain itu, apa yang dilakukan oleh Ratna beserta kroninya tersebut secara langsung telah mencoreng nama bangsa dan negara. Meskipun ini masuk dalam situasi politik, tetapi tidak selayaknya pembohongan diutarakan.
“Kapolri harus segera menemukan actor intelektualnya. Kemudian kepada pegadilan untuk bisa menghukum seberat-beratnya. Sebab, kalau ini di biarkan, negara ini akan kacau balau, negara ini akan rusak,” tegasnya.
Sementara itu, Kasat Binmas Polrws Pati AKP Budi Santosa mengatakan, apa yang menjadi aspirasi GJL secara bertahap akan disampaikan ke Polda dan kemudian ke Mabes Polri. Namun, lanjut Budi, dari Polri sendiri sebenarnya sudah mempunyai tim untuk menyelidiki akun-akun penyebar hoaks.
“Polri Punya satgas nusantara yang kerjanya untuk menyelidiki akun-akun palu dan juga termasuk penyebar hoaks. Alhamdulillah untuk di Pati sendiri sampai saat ini belum ditemukan adanya akun yang mencurigakan seperti itu,” ungkapnya.
Terkait tuntutan GJL, Budi juga menegaskan bahwa apabila sudah cukup bukti terkait kebohongan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dan actor dibelakangnya, dirinya yakin Polri akan segara menindak.
“Kalau sudah cukup bukti, nanti juga akan di tindak lanjuti. Siapapun orangnya dan siapa yang ber buat salah, hukum akan kami tegakkan,” tandasnya.
Editor: Supriyadi