Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Joko menceritakan, di pundit tersebut memang banyak orang dari luar daerah yang sering menanyakan keberadaan makam Mbah Gemirah. Namun, Joko selaku juru kunci tidak mengetahui secara pasti keberadaan makamnya. Ketika ditanya pengunjung, dirinya hanya menjelaskan bahwa punden itu adalah peninggalan Mbah Gemirah.

“Saya juga bingung kalau ditanya makam Mbah Gemirah di mana. Itu tidak hanya satu kali, tetapi berkali-kali banyak yang menanyakan keberadaan makan itu. Kemudian, saya juga merasa penasaran,” ujar Joko, Kamis (1/11/2018).

Joko kemudian melakukan tirakat dengan puasa tujuh hari untuk memastikan keberadaan makam Mbah gemirah tersebut. Ketika sampai tujuh hari, dirinya mengaku mendengar bisikan bahwa makam yang bersangkutan tidak jauh dari lingkungan punden.

[caption id="attachment_151277" align="alignnone" width="715"] Warga membantu melakukan penggalian bagunan makam kuno yang diduga makam Mbah Gemirah. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]

Tidak hanya sekali, dia mendapatkan bisikan itu sampai beberapa kali. Sehinga pada Jumat (26/10/2018) usai melaksanakan salat jumat kemudian menuju punden dengan membawa cangkul. Dia menggali di sebelah timur sumur yang ada di punden. Ketika galainnya mencapai kedalaman 50 cm, dirinya menemukan adanya bangunan dari batu bata merah.“Merasa penasaran, galiannya saya lanjutkan dan ternyata ada banyak konstruksi batu bata yang tertata rapi berlapis tiga. Saya kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk membantu menggali makam kuno tersebut,” imbuhnya.Warga kemudian menggali bangunan itu karena terpendam di bawah tanah yanh di atasnya terdapat  pepohonan jati. sebelumnya, warga juga tidak mengira di kompleks punden tersebut ada kosntruksi bangunan kuno yang diduga makam Mbah Gemirah itu.Sampai saat ini, bagunan kuno yang berhasil ditemukan warga itu sudah mencapai 7x9 meter persegi. Di sebelah timur bangunan juga ada konstruksi yang hampir mirip seperti  makam. Hanya, material bangunannya seperti batu bata yang dilebur dan kemudian di tata rapi.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler