Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Semula ada 17 desa se-Jateng yang lolos proposalnya. Namun yang akan dinilai tim, ternyata hanya sembilan desa, termasuk Growong Lor” ujarnya.

Menurutnya, kawasan alun-alun Growong Lor sebagai paru-paru Juwana, selama ini memang mendapat perhatian khusus dari Bupati Pati Haryanto. Bahkan, untuk pengembangan desa tersebut, terutama kawasan alun-alun, akan diusulkan dana sebesar Rp 2,2 miliar.

“Dana itu akan digunakan untuk membangun ipal, tutup saluran beton, bank sampah dan sarpras penunjang lainya,” imbuh Didik.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Growong Lor, Gunarto juga tidak menyangka bahwa desanya akan masuk sembilan besar lomba habitat tersebut. Sebab, pada 2013 lalu, desanya telah disurvey petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya harus ada penataan lingkungan.

“Ternyata setelah adanya survey itu, kami terus melakukan pembenahan sehingga bisa mengubah dari predikat desa kumuh menjadi  tidak kumuh. Ini memang hasil dari pengembangan program Kotaku (kota tanpa kumuh_red)" ujarnya.Dirinya bercerita, dulunya Growong Lor  merupakan desa yang sangat kumuh lantaran banyaknya kandang kerbau yang ada di desa tersebut. Namun, kondisinya saat ini sudah berubah menjadi paru-paru kecamatan Juwana.Di seputar alun-alun Growong Lor seluas 1,8 hektar, didapatkan aneka prasarana, seperti lapangan tenis, lapangan sepak bola, voli, panjat tebing, jalan kaki (joging), futzal, gedung serba guna yang dilengkapi empat lapangan badminton dan play ground. ada juga kawasan lapak Pedagang kaki Lima (PKL) yang dikelola BUMDes, dan bank pengelola sampah, serta tempat khusus lomba kicau burung.“Kalau saat ini masuk dalam sembilan besar lomba habitat tingkat Provinsi Jawa tengah, kami sangat senang sekali,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler