Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diungkapkan oleh Kabid Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Disdikbud Pati, Ahmadi saat ditemui, Rabu (21/11/2018). Menurutnya, guru tidak hanya bertugas untuk mengajar saja, tetapi juga mendidik anak. Apabila guru tidak profesional, imbasnya adalah pada anak didik.

”Profesional itu sangat penting, apalagi di era global saat ini. Apabila guru tidak profesional dalam mengajar maupun mendidik, tentu saja yang kasihan adalah muridnya,” tegasnya.

Guru sebagai pembimbing, pelatih, pendidik, teladan dan sebagainya, mempunyai tanggung jawab untuk lebih profesional. Menurutnya, guru profesional tidak hanya bisa mengajar, tetapi juga menjadi figur, tauladan dan inspirasi bagi anak didik.

“Ketika guru sudah profesional, dia sudah menjadi inspiratif, menjadi teladan, dan menjadi sumber keilmuan dan sebagainya saya rasa tidak perlu ada tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan kepada siswa,” katanya.

Dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyatakan bahwa seorang pendidik, baik guru maupun dosen dituntut untuk profesional. Kedudukan guru sebagai tenaga profesional berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.“Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab,” tambahnya.Ahmadi juga berharap agar para guru di kabupaten pati lebih meningkatkan profesionalitasnya. Yakni dibuktikan dengan sistem pengajaran, kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas.“Jika sudah profesional, banyak orang yang akan merasakan manfaatnya, terutama bagi anak didik. Terlebih apabila memiliki kompetensi yang diperlukan memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan,” tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler