Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Raden Tumenggung Sudarto Dipuro mengatakan, pusaka tombak itu sebelumnya memang disimpan di Keraton Surakarta Hadiningrat untuk menjaga keamanan dan keasliannya. Namun, karena ada Haul Sunan Ngerang, maka pusaka itu oleh Keraton diberikan kepadanya untuk dilakukan penghirmatan dan di arak kelilin desa.

"Ki Ageng Ngerang sendiri merupakan salah satu ulama besar keturunan Syaikh Jumadil Kubro dan Syeh Maulana Maghribi yang ditugaskan untuk syiar di wilayah pesisir jawa, tepatnya di Pati bagian timur. Sehingga,  karena beliau meninggal di Pati, kemudian kami bersama warga memperingatinya," ungkap Sudarto, Minggu (25/11/2018)

Dia menceritakan, awal mula ditemukannya makam Ki Ageng ngerang ini memang mempunyai sejarah panjang. Sebelumnya, warga hanya menemukan sebuah nisan yang  tertanam di makam detempat. Namun, bentuk nisan itu berbeda dengan yang lainnya, bahkan hampir mirip dengan nisan para raja.

Merasa penasaran, Raden tumenggung Sudarto kemudian menanyakan peristiwa itu kepada orang yang lebih kompeten. Diceritakan, nisan itu memang mempunyai sejarah panjang. Dirinya menyebutkan, itu adalah nisan milik Syeh Ronggo Joyo yang kemudian dikenal dengan sebutan Ki Ageng Ngerang.

"Bukan tanpa alasan, Ki Ageng Ngerang ini juga mempunyai garis keturunan secara langsung hingga ke Rasulullah Muhammad. Bahkan dalam silsilahnya terlihat jelas ketika ditelusuri oleh Proffesor Kanjeng Pangeran Panji Noor Hadiningrat," jelasnya.Lebih dari itu, Ki Ageng Ngeang sendiri mempunyai istri yabg berasal dari keturunan Prabh Brawijaya, Majapahit. Namanya adalah Nyai Ageng Ngerang yang saat ini makamnya berada di Desa Ngerang, Kecamatan Tambakromo.Karena berbagai peristiwa sejarah itulah kemudian para sesepuh Desa Trimulyo meyakinkan diri bahwa Ki Ageng Ngerang memang ulama besar yang patut untuk di hormati. Bahkan hingga saat ini, warga masyarakat sangat antusias untuk mengikuti prosesi haul Mbah Sunan Ngerang tersebut."Makamnya seorang ulama itu kan mempunyai berkah tersendiri. Makannya tidak jarang orang yang ramai datang ke makam ulama untuk berwasilah. Begitu juga dengan makam Ki Ageng Ngerang ini, karena kami berada di tanah yang ditempati beliau, maka setiap tahun kami mengadakan haul dan dibarengi dengan kirab pusaka," tandasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler