Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah seorang saksi Agung Busono (49) mengatakan, kedua mayat itu adalah keluarga yang terdiri dari anak dan ibu. Anaknya bernama Subiyanto sementara ibunya bernama Herman.

"Bu Herman ini kami ketahui mempunyai penyakit strok menahun. Dia tidak bisa berjalan sudah lama. Yang mengurusi kesehariannya adalah Subiyanto," ungkapnya.

Informasi yang diperolehnya, Subiyanto terakhir pamit pada rekan kantor tempat bekerja dengan keterangan pamit sehari dua hari karena sakit. Namun, setelah hari yang dikatakan, ternyata Subiyono belum ada kabar.

"Curiga karena hilang kontak, mereka menghubungi nomer rumah tapi tidak diangkat. Rekan kerja yang menghubungi Subiyanto juga satu bulan tidak ada ada kabar," imbuhnya.
Merasa curiga,  Agung rekan kerja korban pada pukul 11.00 WIB kemudian lompat pagar di rumah milik korban. Setelah melompat, dia kemudian menengok kaca rumah dan melihat Subiyanto sudah tergeletak. Melihat itu, pihaknya langsung meminta bantuan kepada warga sekitar."Setelah kami berhasil masuk, ternyata di rumah itu bukan hanya Subiyanto, tetapi juga ibunya yang sudah meninggal," tutupnya.Sampai berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan pemeriksaan kedua mayat tersebut.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler