Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Seperti halnya pembuatan Pupuk Vegetatif Organik (Puveor) yang dapat mempercepat masa pertumbuhan tanaman, juga berbahan dasar dari lingkungan sekitar. Bahkan ada juga sampah organik yang dimasukkan di dalamnya.

Koordinator BPP gembong Sri Ratnawati mengatakan, untuk pembuatan puveor itu, bahan yang dibutuhkan cukup sederhana. Ada rumpu arolla, daun insulin, bonggol pisang, bawang merah, kulit nanas, serabut kelapa kering, molase dan air kelapa.

"Bahan yang sudah terkumpul kemudian dilumatkan hingga halus, kecuali sepet (serabut) kelapa. Untuk sepet kelapa, terlebih dahulu harus direndam selama kurang lebih satu jam untuk hasil yang maksimal," ungkapnya, Rabu (26/12/2018).

Apabila bahan semua sudah dihaluskan, tahapan selanjutnya kemudian menyiapkan blung untuk tempat vermentasi. Selanjutnya, air kelapa yang sudah disiapkan, dimasukkan ke dalam blung tersebut. Jangan lupa, bahan-bahan yang sudah dilumat juga dimasukkan kedalam blung, termasuk sepet kelapa yang sudah direndam.

[caption id="attachment_154279" align="alignnone" width="665"] Petugas sedang memasukkan Puveor ke dalam botol kemasan. (MuriaNewsCom/Cholis Anwar)[/caption]

Setelah itu, aduk semua rendaman yang ada di dalam blung hingga tercampur rata. Jangan lupa, masukkan pula tetes tebu atau molase dan EM4 atau MOL kedalam blung dan diaduk kembali hingga rata.
"Selanjutnya blung ditutup dengan penutup yang sudah ada selang penghubung ke botol mineral bekas. Selanjutnya divermentasi hingga dua minggu dengan catatan, setiap tiga hari tutup dibuka dan diaduk hingga rata," jelasnya.Ketika sudah memasuki dua minggu, pupuk siap untuk digunakan. Akan tetapi, hasilnya akan lebih maksimal apabila disaring terlebih dahulu."Cairan yang sudah siap pakai, kami masukkan ke dalam botol kemasan untuk nantinya digunakan. Saat ini kami juga masih uji coba untuk penggunaan Puveor ini," imbuhnya.Untuk memastikan hasil, pihaknya saat ini tengah melakukan uji coba gehadap tanaman padi, yakni di Desa Plukaran, Ketanggan, Gembong dan Klakah Kasihan. Sampai saat ini, hasil tanaman padi yang dipupuk menggunakan Puveor hasilnya sudah maksimal."Kami terus melakukan pemantauan untuk Puveor ini. Setiap minggu kami terus melakukan penelitian untuk mengetahui perkembangan tanaman yang dipupuk menggunakan Puveor tersebut," tandasnya.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler