Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Salah seorang petani di Desa Plukaran Sahri mengaku bersyukur karena di antara tanaman padi yang menguning itu, lahan miliknya juatru masih segar. Bahkan pertumbuhannya cendeeung pesat dibandingkan tanaman padi yang lainnya.

"Kalau padi saya ini, sejak mulai penanaman jingga pembesaran memang menggunakan pupuk cair organik. Sementara tanaman padi milik tetangganya tersebut kebanyakan menggunakan pupuk kimia," ungkapnya, Rabu (2/1/2019).

Menurutnya, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan memang membuat tanaman cepat menguning dan mengurangi kesuburan tanaman. Apalagi, dirinya mengaku sudah pernah mengalami hal tersebut sehingga beralih ke pupuk organik.

"Saya sendiri mengalami hal itu. Kemudian saya mencoba mencari pupuk organik untuk uji coba, namun hasilnya malah lebih bagus," imbuhnya.Dirinya juga tidak menyangka kalau padi miliknya itu tetap sehat dan tumbuh besar, sementara lahan padi yang lainnya malah menguning.Diketahui, tanaman milik Sahri ini merupakan lahan uji coba penggunaan pupuk dengan bahan lokal yang dibuat oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Gembong. Sekaligus, itu juga menunjukkan bahwa penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, sangat tidak baik bagi tanaman.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler