Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris Satpol PP Pati Imam Rifa'i menuturkan razia kali ini merupakan laporan dari warga bahwa di sekitar desa Plangitan dan Bendan terdapat pelajar yang membolos sekolah. Saat merazia, para siswa kedapatan tengah bermain bilyard dan ngopi.

Delapan siswa kemudian digelandang ke kantor satpol PP guna menjalani pembinaan. "Mereka berasal dari empat sekolah, swasta dan negeri. Ada siswa yang dipotong celananya karena tidak layak dipakai seorang pelajar," terang Imam.

Tak hanya itu, ponsel dari siswa pun diperiksa petugas. Dari bukti itu kami beri pembinaan mental dan fisik guna memberi efek jera.

"Ini wajah-wajah baru mayoritas dari mereka adalah anak dari orang tua yang merantau, jadi kurang perhatian. Kayaknya yang lama pernah kami razia dan pernah taubat," imbuh sekertaris satpol PP.Dari pembinaan yang dilakukan, pihak satpol PP akan memanggil wali murid dan pihak sekolah dari siswa yang tertangkap razia."Orang tua yang mengammbil anaknya di kantor juga saya berikan penjelasan agar diperhatikan," tutupnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler