Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut Ali Masadi, warga Banyutowo, setidaknya ada 160 rumah hingga saat ini masih terendam. Dijelaskan, untuk di desanya ada 60 rumah di RT 2 RW 1 yang masih terendam.

"Sejak Selasa (22/1/2019) kemarin air merendam karena memang curah hujan cukup tinggi yang disertai angin kencang dan petir. Kalau di sini ketinggian air antara 20 sampai 40 cm," kata Ali, Jumat (25/1/2019)

Sementara, air lebih parah merendam di Dukuh Selempung, Desa Dukuhseti. Ketinggian air yang merendam dua RT di dukuh tersebut mencapai 50 cm. Yaitu RT 7 RW 3 ada 80 rumah, sedangkan di RT 8 RW 3 ada 50 rumah yang masih terendam.

"Sementara di Dukuh Purbo, masih ada 42 rumah yang masih terendam. Tak hanya genangan air, angin juga menumbangkan sejumlah pohon," tambahnya.

Ditambahkan, banjir tahunan itu dipicu tidak adanya saluran air arah utara Dukuh Selempung melintas Sungai Congot. Namun karena tidak pernah dikeruk, menyebabkan sungai menjadi dangkal. Sehingga, jika debit air tinggi, tidak mampu mengalirkan air. Hal ini juga dinilai menjadi pemicu tidak mengalirnya air jika terjadi banjir di wilayahnya."Ini juga dipicu minimnya kesadaran warga setempat yang tidak memperbolehkan sungainya dikeruk. Mereka khawatir jika sungai tersebut dikeruk akan mengganggu lalu lintas air untuk budidaya ikan di tambak yang berada di timur desa. Padahal itu kan bisa dibuatkan pintu air agar bisa mengatur air dari laut dan darat," keluhnya.Ia juga meminta, pihak terkait untuk memikirkan masalah tersebut. Mengingat jika tidak diatasi banjir akan selalu terjadi di dua desa yang berada di bibir pantai itu."Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah untuk membuatkan saluran air. Khususnya yang menghubungkan antara Desa Banyutowo dengan Dukuh Selempung,"  tutupnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler