Peringati Imlek, Gusdurian Pati Selenggarakan Kirab Akulturasi
Cholis Anwar
Selasa, 5 Februari 2019 16:03:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dengan mengadakan kirab akulturasi, yakni kirab budaya tionghoa yang dipadukan dengan budaya jawa, menjadikan peringatan imlek tersebut makin menarik. Ada barongsai, reog ponorogo, drumband dan berbagai pertunjukan lainnya.
Ketua Pelaksana Kirab Kyai Heppy mengatakan, perayaan imlek bukan milik satu komunitas, tetapi ada dari berbagai anggota. Bahkan ada juga yang dari pesantren.
"Masyarakat Pati ini mulai mempunyai kesadaran tinggi untuk tertib dan bisa menikmati sajian dari bagian perayaan Imlek. Karena sebagaimana saya selaku koordinator gusdurian Pati itu mengajarkan pada masyarakat luas untuk rendah hati yang merupakan bagian dari kehidupan sosial kemasyarakatan," katanya, Selasa (5/2/2019).
Selain itu, kirab akulturasi tersebut juga untuk memperingati Haul Gus Dur yang ke-9. Karena gus Dur di dalam komunitas Tionghoa adalah tokoh pluralis dan toleran.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



