Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Virus-virus toleransi yang disebarkan oleh Presiden ke-4 itu, menggema hingga ke pelosok negeri. Bahkan masyarakat internasional pun turut menyaksikan betapa dahsyatnya virus toleransi itu.

Dalam sejarahnya, mengenai larangan perayaan imlek secara terbuka, kebijakan itu diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China.

Namun, ketika Gus Dur menjadi Presiden, momen penting adanya perayaan imlek ini adalah ketika Inpres Nomor 14 Tahun 1967 dicabut oleh Gusdur dengan terbitnya Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000.

Sejak saat itu, warga China yang berada di Indonesia mendapatkan angin segar. Implek secara terbuka dirayakan oleh masyarakat indonesia. Bahkan, imlek juga menjadi hari libur nasional.

Pengurus Komunitas Gusdurian Pati Kyai Heppy mengatakan, perayaan imlek ini bukan berati hanya milik satu golongan atau satu komunitas saja. Akan tetapi, milik semua masyarakat. Bahkan para santri pun turut merakan imlek ini."Berbagai perayaan imlek yang kami lakukan ini juga banyak dihadiri oleh tokoh lintas agama. Intinya kami ingin menjaga dan menularkan warisan Gus Dur yang berupa toleransi," katanya.Gus Dur, lanjut Kyai Heppy selalu berpesan bahwa di manapun kita berada, tunjukkan kebaikan kepada orang lain. Karena itu, orang tidak akan menanyakan apa agama yang dianut, melainkan apa yang sudah dilakukan untuk orang lain."Itu pesan yang selalu kita suarakan untuk masyarakat Pati khususnya, bangsa Indonesia pada umumnya," tandas Kyai Heppy.Editor : Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler