Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Berbeda dengan pernikahan lain, mempelai wanita nampak menggunakan gaun pengantin dari daur ulang limbah plastik.

Sebanyak 500-an plastik dirangkai sedemikian rupa untuk menghasilkan gaun yang apik. Bahkan, Isnaini mengaku untuk membuat gaun tersebut menghabiskan waktu tiga bulan.

"Selama tiga bulan saya mengumpulkan plastik dan merangkai menjadi gaun seperti ini," katanya, Rabu (20/2/2019).

Ia menambahkan, awalnya mengaku perihatin dengan banyaknya limbah plastik yang berserakan di lingkungan. Kemudian, dirinya mendapatkan ide untuk memanfaatkan limbah tersebut.

Lalu, plastik yang sudah terkumpul kemudian direndam agar kotoran yang menempel di plastik dapat hilang. Setelah itu, plastik dikeringkan di bawah terik matahari.

"Plastik yang sudah kering, langsung saya rangkai sesuai dengan ide yang ada dalam pikiran. Ada yang berbentuk bunga dan lain sebagainya untuk menghasilkan gaun yang unik," ujarnya.
Setelah itu, untuk bagian badan, plastik dirangkai membentuk anyaman agar lebih kuat saat dikenakan. Begitu juga pada tali bagian pundak dan perut.Sementara untuk bagian bawah , plastik dirangkai motif bunga mawar. Satu plastik hanya untuk satu bunga mawar. Ketika motif mawar sudah cukup, mawar itu dirangkai melebar."Agar lebih cantik, saya juga menambahkan aksesoris lain seperti mutiara dan rangkaian plastik warna emas," urainya.Rangkaian gaun yang terbuat dari limbah plastik itu sudah siap digunakan. Dirinya mengaku bangga dengan karyanya tersebut. Selain bisa memberikan contoh kepada masyarakat agar lebih ramah lingkungan, dirinya juga bisa menginspirasi orang lain untuk lebih bisa memanfaatkan limbah plastik."Kalau harapan saya, semoga dengan gaun buatan saya sendiri dan saya gunakan saat pesta pernikahan, menjadi momen yang paling bahagian. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah," harapnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler