Ribuan Nelayan Pati Diperkirakan Masih di Laut Saat Coblosan
Cholis Anwar
Kamis, 11 April 2019 12:12:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Maryadi mengatakan, pada April ini ada 145 kapal yang berangkat melaut. Dari jumlah kapal tersebut, ada kurang lebih 2.500 anak buah kapal (ABK) yang berada di dalamnya.
"Kami perkirakan pada 17 April itu, mereka belum datang. Tapi tidak tahu juga kalau nanti mereka menggunakan hak pilih di daerah lain," katanya saat ditemui, Kamis (11/4/2019).
Lebih lanjut, sampai saat ini pihaknya juga belum mendapatkan surat tembusan dari instansi terkait agar nelayan dilarang melaut terlebih dahulu sampai masa pemungutan suara selesai. Padahal, kalau ada tembusan pihaknya bisa mengimbau ke pemilik kapal maupun para nelayan.
"Kalau tidak ada surat tembusan, kami tidak bisa menunda atau melarang mereka. Sampai saat ini kami juga belum mendapatkan surat edaran itu," ungkapnya.
Ia menambahkan, ada juga nelayan yang pada Maret berangkat melaut, dan diperkirakan pada 17 April juga belum pulang. Mengingat, wilayah penangkapan ikan rata-rata berada di Papua dan Laut Aro, Ambon.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



