Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan, tak jarang pula orang yang melintas di sekitar hutan tersebut merinding, lantaran melihat sosok makhluk gaib yang tidak bisa digambarkan. Apalagi pada saat malam hari disertai dengan gemuruh angin kencang yang berasal dari dalam hutan.

Salah satu yang paling mengerikan adalah Kretek Genderuwo atau Jembatan Setan. Konon jembatan tersebut adalah jalan menuju istana jin yang ada di dalam hutan.

Berdasarkan penuturan Sartono yang merupakan warga desa setempat, jembatan itu dulunya memang sering dijadikan tempat pemujaan sebelum ke istana jin.

"Kalau dikatakan Kretek Genderuwo, itu karena jembatan tersebut tempat nongkrongnya para genderuwo atau setan. Istilahnya adalah semacam penjaga pintu gerbang menuju istana jin," katanya, Kamis (25/4/2019).

Dulu pada tahun 90-an banyak orang yang datang ke lokasi tersebut ketika mereka sampai di Kretek Genderuwo, pasti membuang bunga dan ayam cemani. Itu sebagai syarat agar perjalanan menuju istana jin tidak diganggu suatu apapun.

Tidak hanya orang Pati saja yang datang ke lokasi tersebut. Tapi banyak juga orang luar daerah yang mencoba mencari keberuntungan di kretek itu. Sebab apabila raja jin tidak berkehendak seseorang masuk ke dalam istana, tetapi orang tersebut memaksa masuk, maka pihaknya tidak akan bisa kembali pulang.

"Dulu orang Regaloh sini juga ada yang ke sana, setahun dia tidak kembali. Nah, tiba-tiba setelah setahun berlalu, dia kembali ke rumah. Satu bulan kemudian, kembali lagi ke istana jin," ungkapnya.

Sartono juga menuturkan di sebelah timur jembatan, terdapat perempatan jalan. Namun perempatan tersebut tidak kelihatan lantaran untuk dari selatan ke utara sudah menjadi jalan umum Tlogowungu-Lahar.Baca: Hutan Lamin Pati, Dari Tempat Pemujaan Hingga Pembantaian PKIMenurutnya di perempatan tersebut sering ada orang yang melihat sosok makhluk gaib. Bahkan ada juga orang yang diajak makhluk tersebut menuju istana kerajaan jin. Tetapi dia tidak mau dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan rasa takut.Tidak hanya sampai di situ, dekat dengan kretek genderuwo, terdapat kuburan massal yang disinyalir adalah tempat pembantaian PKI pada 1965 silam. Jejaknya pun sampai saat ini masih ada. Hanya, sebagian besar sudah tertutup oleh tanaman ketela."Para PKI dulu dibantai di sebelah barat Kretek Genderuwo itu. Pada saat Magrib tiba, puluhan truk membawa orang PKI menuju ke Hutan Lamin dan para PKI dibantai di sana," tandasnya. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler