Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan MURIANEWS.com, sebelum adanya relokasi PKL, di Jalan Tondonegoro tersebut sepi pedagang. Hanya ada sekitar lima pedagang yang membuka lapak di sepanjang trotoar jalan tersebut.

Saat ini setidaknya ada 25 pedagang yang berjajar di sepanjang trotoar Jalan tondonegoro. Mereka lebih memilih berjualan di jalan itu, lantaran posisinya lebih strategis daripada PKK.

Pedagang jagung yang sebelumnya kerap mangkal di alun-alun, Tomo mengaku menempati ruas jalan yang sempit itu lantaran keterpaksaan.

Padahal, dirinya juga mendapat jatah tempat di PKK tersebut. Hanya saja, karena kondisinya sepi, dia pindah di Jalan Tondonegoro. "Karena sepi, saya pindah di sini saja (Jalan Tondonegoro)," paparnya.

Dia juga menjelaskan, pada saat berjualan di alun-alun, dia mendapat kurang lebih Rp 500 ribu permalam. Namun ketika mencoba berjualan di PKK, penghasilannya turun drastis, hanya Rp 30 ribu per malamnya.Tomo merupakan satu dari beberapa PKL yang berharap mendapat penghasilan yang lebih dari usahanya tersebut. Sehingga mereka memilih berjualan di tempat lain selain di PKK yang telah disiapkan pemerintah setempat. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler