Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolsek Kayen AKP Sutopo mengatakan, Syaikhul umam merupakan korban perampokan berencana.

Dijelaskan, peristiwa nahas ini bermula saat sejumlah pelaku mendatangi rumah korban. Mereka berdalih meminta tolong untuk mengembalikan muatan mebel ke Purwodadi kepada ayah korban, Ahmad Ayubi (59).

Ayubi pun menyuruh korban untuk mengemudikan mobil pikap bersama seorang pelaku. Sementara pelaku lainnya, mengendarai kendaraan roda empat dan membuntuti dari belakang

Keadaan mulai janggal, ketika korban hanya diajak berkeliling saja di wilayah Purwodadi tanpa petunjuk yang pasti. Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku yang semobil dengan korban pura-pura hendak buang air kecil.

Saat itulah, korban yang turun dari kendaraannya langsung disekap kawanan pelaku. Mereke juga mengancamnya bakal dibunuh jika tidak menuruti semua perkataan mereka. Korban hanya bisa pasrah saat dirobohkan oleh para penjahat.

“Korban diancam bakal dibunuh, lalu dirobohkan kemudian kaki serta tangan diikat, pelaku juga menutup mata korban dengan lakban sebelum membuang korban di kebun tebu,” katanya.
Usai melumpuhkan korban, mobil pikap Mitsubishi nopol W 9164 NO yang dikemudikan korban bersama HPnya direbut para pelaku.Tidak sampai di situ, korban juga dibuang di kebun tebu selepas harta bendanya dikuras habis para pelaku tindak kejahatan."Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 110 juta. Korban juga menderita trauma secara psikologis," imbuhnya.Hingga berita ini diturunkan, pihak penegak hukum sudah melangsungkan prosedur kepolisian termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP). Di sana, polisi menemukan sandal korban dan lakban bekas. Reporter: Cholis AnwarEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler